Stok Beras Wajo Melimpah, Bulog Pastikan Aman Hingga 4 Tahun ke Depan

Wamanews.id, 12 Mei 2026 – Kabupaten Wajo kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan. Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Wajo memberikan kabar menggembirakan bagi masyarakat terkait ketersediaan bahan pokok dasar. Berdasarkan pendataan terbaru, stok gabah dan beras di Bumi Lamaddukelleng dipastikan berada dalam kondisi yang sangat aman, bahkan diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan hingga empat tahun mendatang.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Pimpinan Bulog Cabang Wajo, Farid Nur. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan daerah, termasuk dengan mengoptimalkan penyerapan hasil panen dari para petani lokal secara berkelanjutan.
Guna menjaga stabilitas harga di tingkat produsen, Bulog Wajo berkomitmen untuk tetap menyerap gabah petani, terutama saat memasuki musim panen raya. Skema intervensi akan dilakukan jika harga pasar mulai fluktuatif atau berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
“Tetap kami serap. Jika harga gabah di bawah HPP, Bulog langsung beli dari petani,” ujar Farid Nur pada Senin (11/5/2026).
Saat ini, Bulog Cabang Wajo telah bekerja sama dengan sekitar 30 mitra kerja. Kerja sama ini bertujuan untuk mengatur distribusi dan jadwal penyerapan di berbagai wilayah agar tidak terjadi penumpukan atau tumpang tindih. Jika ada suatu daerah yang memulai masa panen lebih awal, tim akan segera diarahkan ke lokasi tersebut untuk memastikan gabah petani terserap secara maksimal.
Kondisi stok pangan yang melimpah ini juga mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Pada Jumat (8/5/2026), Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Perum Bulog Cabang Wajo.
Dalam kunjungan tersebut, Andi Iwan yang didampingi oleh anggota DPRD Provinsi Sulsel Sultan Tajang, anggota DPRD Wajo Herman Arif, serta jajaran Dinas Pertanian, meninjau langsung kondisi gudang dan mendengarkan paparan terkait cadangan pangan yang tersedia. Hasilnya, stok beras pemerintah dinilai dalam kondisi sangat aman dan proses distribusinya berjalan lancar sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak mengalami kekhawatiran terhadap ketersediaan beras,” tegas Andi Iwan kepada wartawan pada Sabtu (9/5/2026). Menurutnya, cadangan beras pemerintah memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya sebagai jaminan ketersediaan, tetapi juga sebagai alat kontrol untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mengantisipasi lonjakan permintaan di hari-hari besar keagamaan.
Ketegasan Bulog dalam menyerap gabah petani merupakan bagian dari kebijakan besar pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan cadangan yang kuat di daerah-daerah produktif seperti Wajo, diharapkan Indonesia memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan krisis pangan global maupun fluktuasi iklim di masa depan.
Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mendukung para petani melalui berbagai kebijakan penguatan stok cadangan nasional, sehingga profesi petani tetap menjadi sektor yang menjanjikan secara ekonomi sekaligus menjadi tulang punggung keberlangsungan hidup bangsa.







