Dipicu Cuaca Panas Ekstrem, 218 Kebakaran Melanda Makassar Sepanjang 2026

Wamanews.id, 27 Agustus 2026 – Fenomena cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Sulawesi Selatan sepanjang musim kemarau tahun 2026 berdampak signifikan terhadap melonjaknya kasus kebakaran di Kota Makassar. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar mencatat, sebanyak 218 kasus kebakaran telah terjadi di berbagai wilayah kota sepanjang periode Januari hingga akhir Agustus 2026.
Kondisi suhu udara yang melonjak tinggi dipadu dengan kekeringan berkepanjangan dinilai menjadi pemicu utama maraknya peristiwa kebakaran lahan terbuka hingga kawasan pemukiman warga.
Kepala Damkarmat Kota Makassar, Fadly Wellang, menjelaskan bahwa tingginya paparan sinar matahari langsung terhadap material yang mudah terbakar menciptakan potensi tinggi munculnya percikan api di lapangan.
“Ini kan tentu karena kemarau yang panjang kemudian tentu pada saat kemarau suhu meningkat. Kemudian barang-barang yang terpapar sinar matahari cukup sangat memungkinkan dan berpotensi menimbulkan api,” ungkap Fadly Wellang saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis (27/8/2026).
Selain akibat faktor cuaca ekstrem dan angin kencang, pihak Damkarmat Makassar menegaskan bahwa kelalaian aktivitas manusia masih menjadi salah satu faktor penyebab yang sangat dominan. Pembakaran sampah secara sembarangan di lahan kosong, kegiatan kerja bakti warga tanpa pengawasan sisa api, hingga kebiasaan merokok dan membuang puntung rokok sembarangan memperparah rentetan musibah ini.
Berdasarkan data resmi operasional Damkarmat Makassar sejak bulan Januari hingga Agustus 2026, akumulasi musibah kebakaran mencatat rincian sebagai berikut:
- Januari: 17 kasus
- Februari: 12 kasus
- Maret: 10 kasus
- April: 18 kasus
- Mei: 15 kasus
- Juni: 31 kasus
- Juli: 47 kasus
- Agustus (hingga 27 Agustus): 68 kasus
Lonjakan paling tajam terjadi pada bulan Agustus yang menyumbang angka kasus tertinggi dengan total 68 kejadian. Dari sisi pemicu, kebakaran lahan atau pembakaran sampah/alang-alang mendominasi dengan 88 kasus, diikuti masalah arus pendek atau korsleting listrik sebanyak 31 kasus, kebocoran tabung gas/kompor 15 kasus, serta faktor penyulut lainnya sebanyak 84 kasus.
Dampak dari rentetan kebakaran tersebut cukup tragis. Tercatat sebanyak 210 unit rumah warga terbakar, 20 toko/kios/kafe, 7 bangunan gudang, 1 fasilitas hotel/asrama, 6 gedung kantor/sekolah, 27 unit kendaraan, serta 133 titik lahan alang-alang hangus dilahap si jago merah. Peristiwa ini berdampak langsung pada 463 kepala keluarga (KK), menyebabkan 6 orang luka-luka, dan menelan 4 korban jiwa. Total kerugian material ditaksir menembus angka Rp 11.091.300.000 (Rp 11 miliar).
Kabid Operasi Damkarmat Makassar, Andi Muhammad Cakrawala, membenarkan bahwa dalam sepekan terakhir armada damkar terus bekerja ekstra keras akibat tingginya frekuensi kebakaran lahan terbuka. Di samping itu, penurunan debit air tanah akibat kemarau turut menyulitkan pasokan air di sumur warga maupun pasokan distribusi PDAM.
Di tengah situasi darurat tersebut, petugas Damkarmat kerap menghadapi hambatan mobilitas saat menembus kemacetan lalu lintas pada jam-jam sibuk untuk menuju lokasi bencana secara cepat.
Oleh karena itu, pihak Damkarmat Makassar memohon kerja sama seluruh lapisan masyarakat, tokoh komunitas, hingga pejabat struktural daerah untuk bersinergi menjaga lingkungan wilayah masing-masing. Masyarakat diimbau untuk tidak menjadikan lokasi kebakaran sebagai tontonan agar jalur pergerakan armada damkar tidak terhambat. Warga juga diminta membiasakan diri mencabut colokan listrik yang tidak terpakai serta selalu memastikan keamanan kompor dan ruang dapur sebelum meninggalkan rumah.







