Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Wajo dan Tiga Kabupaten di Sulsel Terendam Banjir

Wamanews.id, 10 Agustus 2024 – Beberapa wilayah di Kabupaten Wajo, Sidrap, dan Enrekang baru-baru ini terdampak banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan timur Sulawesi Selatan (Sulsel).

Amson Padolo, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, mengonfirmasi bahwa meskipun banjir melanda sejumlah daerah, keselamatan warga masih dalam kendali.

“Saat ini, air di wilayah terdampak sudah mulai surut, dan syukurlah, tidak ada korban jiwa di tiga kabupaten tersebut,” kata Amson dalam wawancara dengan Rakyat Sulsel pada Jumat (9/8/2024).

Amson juga mengungkapkan bahwa beberapa wilayah di Kabupaten Wajo memang rawan banjir saat musim hujan tiba. “Kami sudah berkoordinasi dengan BBWS Pompengan-Jeneberang untuk menangani masalah ini, mengingat kejadian seperti ini sering berulang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Amson menjelaskan bahwa warga di Wajo belum perlu mengungsi ke posko darurat. “Mereka masih mengungsi ke rumah kerabat, pola ini memang sering terjadi,” jelasnya.

Mengenai kebutuhan dan perkembangan di wilayah terdampak, Amson menyebutkan bahwa semua laporan disampaikan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), dan pemantauan dilakukan secara rutin.

“Kami sudah melakukan pemantauan langsung di daerah terdampak banjir pada Rabu, 7 Agustus lalu,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau warga Sulsel untuk selalu waspada dan menjaga keselamatan, terutama saat cuaca tidak menentu. “Pastikan keselamatan diri saat beraktivitas,” pesannya.

Menurut informasi yang dikumpulkan oleh Rakyat Sulsel, banjir di Kabupaten Wajo terjadi di Kecamatan Pitumpanua, merendam 10 desa dan memengaruhi 10.752 jiwa serta 3.173 unit rumah.

Di Kabupaten Sidrap, tiga kecamatan terdampak banjir, termasuk Kecamatan Pitu Riase, di mana Desa Tana Toro mengalami longsor dan jalan amblas. Di Desa Bola Bulu, sekitar 275 rumah terendam, memengaruhi 280 kepala keluarga (KK) atau 1.500 jiwa.

Kecamatan Dua Pitue juga terdampak banjir, dengan 53 rumah terendam di Kelurahan Tanrutedong, memengaruhi sekitar 58 KK atau 142 jiwa. Di Desa Kampale, 34 rumah terendam, berdampak pada 358 KK atau 1.047 jiwa.

Di Kabupaten Enrekang, banjir sebelumnya terjadi di Kecamatan Enrekang, Kelurahan Lewaja, dan Kecamatan Cendana, Desa Taulan, dengan ketinggian air mencapai 150 cm pada 2 Agustus lalu.

Sementara itu, Prakirawan Cuaca dari BBMKG Wilayah IV Makassar, Muhammad Sultan Djakaria, menyatakan bahwa cuaca di tiga kabupaten tersebut masih bervariasi selama tiga hari ke depan. “Di Kabupaten Enrekang, hujan dengan intensitas bervariasi masih akan terjadi,” ujarnya.

Untuk Sidrap, hujan ringan juga diperkirakan akan terjadi. “Kecepatan angin di Sidrap masih dalam kategori normal,” tambahnya.

Djakaria juga menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah timur Sulsel telah memasuki musim kemarau pada minggu pertama bulan Agustus 2024.

“Namun, sebagian wilayah Wajo baru akan memasuki musim kemarau pada Desember 2024. Sedangkan wilayah Enrekang dan Sidrap timur sudah memasuki musim kemarau sejak Juli dan Agustus,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa intensitas hujan di ketiga wilayah ini masih dianggap wajar dalam peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

“Di Wajo, misalnya, masih berada dalam musim hujan, dengan kemarau yang diperkirakan baru akan dimulai pada Desember mendatang,” pungkasnya.

Penulis

Related Articles

Back to top button