Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Dua Dusun Tenggelam, 408 Warga Luwu Utara Mengungsi Akibat Banjir Bandang

Wamanews.id, 30 Mei 2026 – Sektor kebencanaan kembali memukul wilayah Sulawesi Selatan. Intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir bandang luapan sungai yang merendam kawasan permukiman di Kabupaten Luwu Utara. Dampak dari bencana hidrometeorologi ini tergolong parah, di mana dilaporkan sebanyak dua dusun terendam total hingga menenggelamkan rumah-rumah warga dan memaksa ratusan jiwa untuk segera dievakuasi ke posko darurat.

Berdasarkan data pemutakhiran dari posko penanganan bencana setempat, tercatat sedikitnya ada 408 jiwa warga terdampak yang kini terpaksa mengungsi. Mereka harus rela meninggalkan harta benda serta tempat tinggal mereka yang tergenang air demi menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman di posko-posko pengungsian darurat yang didirikan oleh pemerintah daerah bersama relawan.

Petaka banjir ini datang dengan cepat saat sebagian besar warga tengah beraktivitas. Tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu membuat tanggul pembatas sungai tidak mampu lagi menahan volume air, hingga akhirnya jebol dan menggenangi kawasan hilir. Dua dusun yang menjadi titik terparah banjir dilaporkan hampir tenggelam sepenuhnya oleh material air dan lumpur, menyebabkan aktivitas lumpuh total.

Kondisi rumah warga yang terendam bervariasi, namun sebagian besar bangunan semipermanen mengalami kerusakan ringan hingga berat. Selain merendam area permukiman, banjir juga merusak lahan pertanian dan perkebunan milik warga yang menjadi sumber mata pencaharian utama mereka. Proses evakuasi berlangsung dramatis menggunakan perahu karet untuk menyisir warga kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak dari kepungan air.

Kehidupan di dalam posko pengungsian mulai menghadirkan derita baru bagi para korban terdampak. Dengan jumlah mencapai 408 pengungsi, fasilitas sanitasi dan pemenuhan kebutuhan dasar di posko darurat mulai mengalami keterbatasan. Para warga kini sangat mengharapkan adanya uluran tangan dan distribusi logistik yang cepat dari Pemerintah Kabupaten Luwu Utara serta para dermawan.

Beberapa kebutuhan pokok yang mendesak di lapangan saat ini meliputi pasokan air bersih untuk keperluan minum dan MCK, makanan siap saji yang higienis, susu anak, selimut, pakaian layak pakai, hingga obat-obatan untuk mengantisipasi munculnya penyakit pasca-banjir seperti gatal-gatal, diare, dan flu.

Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara terus berupaya melakukan pendataan berkala serta mendirikan dapur umum guna menjamin pasokan pangan para pengungsi tetap terpenuhi. Warga di sekitar bantaran sungai juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi adanya banjir susulan, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat masih berkemungkinan terjadi di wilayah hulu dalam beberapa hari ke depan. 

Penulis

Related Articles

Back to top button