Gas Elpiji Langka dan Mahal, Warga Wajo Terpaksa Kembali Gunakan Tungku Tanah

Wamanews.id, 22 Juli 2026 – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram masih dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Wajo. Dalam beberapa hari terakhir, warga mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi, baik di pangkalan maupun di tingkat pengecer. Kalaupun tersedia, harganya disebut mengalami kenaikan sehingga semakin membebani kebutuhan rumah tangga.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang setiap hari bergantung pada kompor gas untuk menyiapkan makanan keluarga. Tidak sedikit warga harus berkeliling ke sejumlah pangkalan dan kios pengecer, namun sering kali tidak mendapatkan tabung gas yang dibutuhkan.
Salah satu warga yang merasakan dampak kelangkaan tersebut adalah Santi, seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Wajo. Ia mengaku sudah lima hari tidak berhasil mendapatkan gas elpiji meski telah mencarinya di beberapa pangkalan maupun kios pengecer.
“Sudah lima hari saya cari gas di beberapa tempat, tapi tidak dapat juga. Kalaupun ada, harganya sudah sangat mahal. Saya akhirnya tidak bisa lagi menggunakan kompor gas untuk memasak,” ujar Santi.
Akibat sulitnya memperoleh LPG 3 kilogram, Santi terpaksa kembali menggunakan cara memasak yang lebih sederhana. Untuk memasak nasi ia memanfaatkan rice cooker, sedangkan lauk-pauk dimasaknya menggunakan tungku tanah berbahan bakar kayu.
“Sekarang saya pakai rice cooker untuk memasak nasi, sedangkan lauk dimasak di tungku tanah. Memang lebih capek karena harus mencari kayu bakar, tetapi mau bagaimana lagi, keluarga tetap harus makan setiap hari,” tuturnya.
Santi berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan LPG 3 kilogram yang terjadi di Kabupaten Wajo.
“Saya berharap pemerintah dan pihak terkait bisa segera turun melihat kondisi di lapangan. Kasihan masyarakat yang benar-benar membutuhkan gas untuk memasak setiap hari. Semoga pasokan gas segera kembali normal dan harganya juga bisa kembali terjangkau,” harap Santi.
Sementara itu, dilansir dari Kabarwajo.id, Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar VII Gas Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Mulian Pratama, menyatakan penyaluran LPG 3 kilogram di Kabupaten Wajo dalam kondisi normal dan lancar. Ia menyebut rata-rata penyaluran mencapai 18.591 tabung per hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, penyaluran LPG 3 kilogram di Kabupaten Wajo berjalan normal. Dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan kebutuhan LPG, khususnya pada bidang pertanian yang membutuhkan pompa untuk irigasi. Kami terus melakukan pemantauan dan penyesuaian distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi,” ujar Mulian dalam keterangan resminya.
Mulian menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan LPG tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan pompa irigasi di sektor pertanian akibat sudah lama tidak turun hujan di wilayah Kabupaten Wajo.
Pertamina akan terus melakukan monitoring secara intensif terhadap penyaluran LPG 3 kilogram serta mengoptimalkan pasokan di sejumlah wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan, khususnya kawasan pertanian, guna menjaga ketersediaan stok dan memastikan distribusi LPG bersubsidi tetap berjalan lancar.






