Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Tragis! 22 Jemaah Haji Embarkasi Makassar Wafat di Tanah Suci, Ini Penyebabnya 

Wamanews.id, 10 Juni 2025 – Suasana duka menyelimuti keluarga besar jemaah haji Indonesia, khususnya dari Embarkasi Makassar. Kementerian Agama Wilayah Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa hingga Senin, 9 Juni 2025, sebanyak 22 jemaah haji dari Embarkasi Makassar dilaporkan wafat di Tanah Suci.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Mawardi Siraj, Humas Kemenag Sulsel, dalam keterangan pers pada Selasa, 10 Juni 2025. Ia mengungkapkan bahwa para jemaah yang wafat berasal dari berbagai provinsi di wilayah timur Indonesia, yang tergabung dalam Embarkasi Makassar.

“Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya para jemaah. Semoga mereka semua husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Mawardi.

Menurut data yang dihimpun Kementerian Agama Sulsel, berikut adalah rincian asal jemaah haji yang meninggal dunia:

  • 8 orang berasal dari Sulawesi Selatan
  • 7 orang dari Maluku Utara
  • 2 orang dari Maluku
  • 2 orang dari Sulawesi Barat
  • 2 orang dari Papua
  • 1 orang dari Papua Barat

Jemaah yang wafat terdiri atas 12 laki-laki dan 10 perempuan, dengan rentang usia 46 hingga 86 tahun.

“Mereka berasal dari berbagai kabupaten atau kota di Indonesia Timur, tetapi seluruhnya diberangkatkan melalui Embarkasi Makassar,” jelas Mawardi.

Kemenag Sulsel menyebut bahwa sebagian besar jemaah yang wafat disebabkan oleh kelelahan fisik, usia lanjut, serta penyakit penyerta yang kambuh saat menjalani rangkaian ibadah haji di Makkah dan Madinah.

Meski para jemaah telah dibekali edukasi dan pendampingan medis sejak sebelum berangkat, kondisi fisik dan cuaca ekstrem di Tanah Suci tetap menjadi tantangan berat bagi sebagian besar jemaah berusia lanjut.

Salah satu jemaah terbaru yang meninggal dunia adalah H. Faisal Zainal Tuba, seorang jemaah dari Halmahera Barat, Maluku Utara, yang tergabung dalam kloter 13 Embarkasi Makassar.

Ia menghembuskan napas terakhir pada Minggu, 8 Juni 2025, di RS Al Ahli, As Saudi. “Kami sangat kehilangan sosok beliau. Semoga Allah menerima semua amal ibadahnya selama di Tanah Suci,” ucap H. Amar Manaf, Kepala Kanwil Kemenag Maluku Utara.

Kemenag Sulsel menegaskan bahwa pihaknya telah dan akan terus memberikan imbauan tegas kepada para jemaah untuk menjaga kesehatan, mengatur pola aktivitas, serta tidak memaksakan diri dalam ibadah jika kondisi fisik tidak memungkinkan.

“Kami minta jemaah tidak terlalu memforsir tenaga. Kesehatan harus dijaga agar ibadah bisa tuntas dengan baik,” kata Mawardi.

Ia juga mengingatkan bahwa keberangkatan ibadah haji bukanlah perlombaan, melainkan perjalanan spiritual yang harus diiringi dengan kesiapan fisik dan mental.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji membutuhkan persiapan matang baik dari sisi spiritual, logistik, maupun kesehatan fisik. Kemenag dan seluruh petugas haji diharapkan terus meningkatkan layanan medis dan pengawasan terhadap jemaah, terutama mereka yang berusia lanjut atau memiliki riwayat penyakit.

Kepada keluarga jemaah yang wafat, bangsa ini menyampaikan belasungkawa mendalam. Semoga seluruh amal ibadah para jemaah diterima dan mendapat tempat mulia di sisi Allah SWT.

Penulis

Related Articles

Back to top button