Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

News

Aman dan Sesuai Syariat! Ini Tip Jitu Memilih Hewan Kurban Sehat dari Dinas Peternakan Sulsel

Wamanews.id, 28 April 2026 – Hari Raya Iduladha 1447 H atau tahun 2026 masehi sudah di depan mata. Seperti tahun-tahun sebelumnya, geliat pasar hewan kurban di Sulawesi Selatan mulai menunjukkan peningkatan aktivitas. Namun, di tengah antusiasme ibadah kurban, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan dalam membeli sapi maupun kambing.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan mengeluarkan peringatan dan panduan praktis bagi masyarakat agar lebih teliti. Tujuannya jelas: memastikan hewan yang disembelih nantinya memenuhi kriteria kesehatan, aman dikonsumsi, serta sah secara syariat Islam.

Hal pertama dan yang paling fundamental dalam memilih hewan kurban bukanlah ukuran besar atau harganya, melainkan legalitas kesehatannya. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Peternakan Sulsel, Sriyanti Haruni, menekankan pentingnya keberadaan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Sriyanti mengibaratkan SKKH sebagai “KTP” bagi sang hewan. Dokumen ini menjadi bukti autentik bahwa hewan tersebut telah melewati serangkaian pemeriksaan medis oleh petugas berwenang.

“Pastikan hewan kurban yang dibeli sudah memiliki surat keterangan kesehatan hewan. Itu ibarat ‘KTP’-nya, menandakan hewan tersebut sehat dan layak untuk dijadikan kurban, baik dari kondisi fisik maupun persyaratannya,” tegas Sriyanti dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).

Meskipun pemeriksaan laboratorium secara mendalam dilakukan oleh petugas melalui pengambilan sampel darah, masyarakat umum tetap bisa melakukan identifikasi awal secara mandiri. Ada beberapa indikator fisik sederhana yang bisa diamati langsung di lokasi penjualan:

  1. Nafsu Makan yang Baik: Pilihlah hewan yang terlihat rakus atau aktif mengunyah. Hewan yang lesu dan tidak mau makan bisa menjadi indikasi adanya gangguan pencernaan atau penyakit sistemik.
  2. Mata Bersih dan Jernih: Mata adalah jendela kesehatan hewan. Pastikan mata hewan kurban bersih, tidak merah, dan tidak mengeluarkan kotoran berlebih (belekan).
  3. Hidung Kering atau Normal: Hindari hewan yang memiliki leleran ingus berlebih atau cairan aneh dari hidung.
  4. Kulit dan Bulu: Hewan yang sehat memiliki bulu yang cenderung mengilap dan kulit yang bersih tanpa adanya luka terbuka, benjolan abnormal, atau koreng yang meluas.
  5. Gerak Aktif: Hewan yang layak kurban biasanya berdiri tegak dengan tumpuan empat kaki yang kokoh dan bergerak secara lincah saat didekati.

Tabel: Panduan Cepat Cek Kesehatan Hewan Kurban

Bagian Tubuh / IndikatorCiri Hewan SehatTanda Harus Waspada
Dokumen ResmiMemiliki SKKHTidak ada SKKH / Izin Palsu
MataBening, cerah, responsifMerah, berair, atau sayu
HidungBersih dan lembap normalKeluar ingus atau cairan berbau
Bulu & KulitMengilat, tidak ada lukaKusam, rontok, atau ada luka
PerilakuAktif, nafsu makan tinggiLemas, menyendiri, tidak mau makan

Dinas Peternakan Sulsel memastikan bahwa pengawasan menjelang kurban dilakukan secara berlapis. Tim medis veteriner dikerahkan ke titik-titik penjualan hewan ternak di seluruh kabupaten/kota untuk memastikan kualitas daging kurban nantinya tetap aman bagi kesehatan masyarakat.

Pemeriksaan meliputi pengecekan suhu tubuh hingga pengambilan sampel darah untuk mendeteksi penyakit menular ternak yang mungkin tidak terlihat secara fisik. Sriyanti menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan asalkan tetap berpegang pada syarat administrasi (SKKH) dan pengamatan fisik normal.

“Untuk masyarakat umum, cukup memastikan hewan memiliki SKKH, kondisinya normal dari segi makan dan gerak, serta tidak ada tanda-tanda penyakit seperti leleran atau darah dari bagian tubuh tertentu,” tambahnya.

Dengan memilih hewan yang bersertifikat dan sehat, masyarakat tidak hanya menjalankan syariat dengan sempurna, tetapi juga turut menjaga keamanan pangan di wilayah Sulawesi Selatan. Daging dari hewan yang sehat akan menghasilkan kualitas konsumsi yang lebih baik dan terhindar dari risiko penyakit zoonosis (penyakit yang menular dari hewan ke manusia).

Dinas Peternakan Sulsel berharap para pedagang hewan kurban juga kooperatif dengan melaporkan kondisi ternaknya secara berkala kepada petugas setempat agar rantai distribusi hewan kurban tahun ini berjalan lancar tanpa kendala kesehatan berarti. 

Penulis

Related Articles

Back to top button