Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Innalillahi, Jemaah Haji Asal Gowa Kloter 5 Wafat di Madinah, Dimakamkan di Baqi 

Wamanews.id, 28 April 2026 – Kabar duka menyelimuti pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H / 2026 M. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya saat tengah menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci Madinah, Arab Saudi.

Almarhumah diketahui bernama Nursidah Sinrang Sijarra, wanita berusia 59 tahun yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 5 Embarkasi Makassar (UPG). Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat sesama jemaah dan keluarga yang ditinggalkan di tanah air.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Nursidah meninggal dunia di Rumah Sakit Madinah pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 16.40 waktu setempat. Sebelum dinyatakan wafat, kondisi kesehatan jemaah asal Kabupaten Gowa ini sempat menurun drastis secara tiba-tiba.

Pihak Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, Wardy Siraj, menjelaskan bahwa petugas kesehatan kloter sempat memberikan penanganan awal saat mengetahui kondisi kesehatan almarhumah yang merosot. Namun, karena kondisi yang kian mengkhawatirkan, petugas memutuskan untuk segera merujuknya ke fasilitas medis yang lebih lengkap.

“Kemarin itu waktu Saudi beliau tiba-tiba kayak drop. Didatangi sama petugas kesehatan kloter, tapi sepertinya setelah melalui pemeriksaan, almarhumah ini harus dirujuk ke rumah sakit, makanya dibawa ke Rumah Sakit Madinah,” ujar Wardy Siraj dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).

Hal yang cukup mengejutkan bagi petugas dan keluarga adalah tidak adanya tanda-tanda gangguan kesehatan yang ditunjukkan oleh almarhumah sebelumnya. Sejak proses pemberangkatan di Asrama Haji Sudiang Makassar, selama penerbangan, hingga tiba di Arab Saudi, Nursidah terpantau dalam kondisi yang stabil dan bugar.

Almarhumah tercatat baru berada di Tanah Suci kurang lebih selama tiga hari sebelum kejadian nahas tersebut terjadi. “Jadi tidak pernah ada tanda-tanda baik saat di Asrama Haji Makassar maupun saat di penerbangan atau saat tiba. Ini kan mereka baru tiba kurang lebih tiga hari lalu di Tanah Suci,” tambah Wardy.

Hingga berita ini diturunkan, diagnosa pasti mengenai penyebab kematian almarhumah masih belum dirilis secara resmi. Pihak Kemenag Sulsel masih menunggu laporan medis lengkap dari petugas di Asrama Haji dan otoritas kesehatan di Arab Saudi.

Sesuai dengan prosedur pengurusan jemaah yang wafat di Tanah Suci, jenazah Nursidah Sinrang Sijarra langsung menjalani proses pemulasaran di rumah sakit setempat. Setelah melalui proses administrasi dan pemandian, jenazah almarhumah dibawa ke Masjid Nabawi untuk disalatkan oleh ribuan jemaah dari berbagai belahan dunia.

Penghormatan terakhir diberikan kepada almarhumah dengan dimakamkan di Pekuburan Baqi (Jannatul Baqi), sebuah kompleks pemakaman yang sangat bersejarah di Madinah, yang letaknya tepat di sebelah timur Masjid Nabawi. Bagi umat Muslim, dimakamkan di Baqi dianggap sebagai sebuah kemuliaan tersendiri karena merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi keluarga dan sahabat Nabi Muhammad SAW.

Kepergian jemaah haji di awal masa operasional haji 2026 ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaah haji Indonesia, khususnya asal Sulawesi Selatan, untuk terus menjaga kondisi fisik dan rutin melakukan konsultasi kepada petugas kesehatan yang menyertai kloter. Cuaca yang fluktuatif di Arab Saudi serta padatnya aktivitas fisik selama ibadah memerlukan daya tahan tubuh yang prima.

Kemenag Sulsel melalui tim Humas menyatakan telah berkoordinasi dengan keluarga almarhumah di Kabupaten Gowa untuk menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya. Segala hak jemaah, termasuk asuransi dan pengurusan barang-barang peninggalan, akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). 

Penulis

Related Articles

Back to top button