Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

PendidikanSulSel

Pendidikan Sulsel Makin Maju! 450 Sekolah Diusulkan Revitalisasi 2026, 360 Unit Masuk Tahap Verifikasi 

Wamanews.id, 28 April 2026 – Upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus digenjot. Untuk tahun anggaran 2026, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi telah mengusulkan ratusan sekolah agar mendapatkan bantuan program revitalisasi dari pemerintah pusat. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih representatif bagi siswa di seluruh pelosok Sulsel.

Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel, Mustakim, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan setidaknya 450 sekolah untuk masuk dalam radar program revitalisasi tahun depan. Sekolah-sekolah tersebut mencakup berbagai jenjang, mulai dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga Sekolah Luar Biasa (SLB).

Meski mengusulkan 450 unit, jumlah sekolah yang nantinya akan menerima manfaat program ini sepenuhnya bergantung pada hasil verifikasi akhir dari kementerian terkait. Berdasarkan informasi awal yang diterima pihak Dinas Pendidikan Sulsel, diperkirakan sekitar 360 sekolah memiliki peluang besar untuk lolos verifikasi.

“Kemarin kita mengajukan kurang lebih 450 sekolah, jenjang SMA, SMK, dan SLB.  Mudah-mudahan tahun ini setidak-tidaknya yang saya dapat informasi itu kurang lebih 360 sekolah. Cuma finish terakhirnya itu saya belum dapat,” ujar Mustakim saat ditemui di Makassar, Senin (27/4/2026).

Mustakim merincikan bahwa khusus untuk jenjang SMK, proses verifikasi menunjukkan progres yang cukup baik dengan sekitar 90 sekolah yang sudah terverifikasi. Sementara itu, untuk jenjang SMA, pihak Dinas Pendidikan masih menunggu hasil evaluasi lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Jika dibandingkan dengan realisasi tahun-tahun sebelumnya, usulan tahun ini terbilang cukup masif. Sebagai gambaran, pada tahun anggaran yang baru saja rampung, jumlah sekolah di Sulsel yang berhasil mendapatkan program revitalisasi berkisar antara 160 hingga hampir 200 sekolah.

“Kurang lebih hampir 200 lah, saya tidak hafal pasti jumlahnya, yang jelas kurang lebih 160-an. Tingkat SMA, SMK, dan SLB, di mana SLB itu hanya beberapa saja,” jelasnya. Tingginya capaian pada tahun 2025 menjadi pelecut semangat bagi Pemprov Sulsel untuk minimal mempertahankan atau bahkan meningkatkan jumlah sekolah yang mendapatkan perbaikan fasilitas di tahun 2026.

Tabel: Status Usulan Revitalisasi Sekolah Sulsel 2026

KategoriKeterangan StatistikStatus Saat Ini
Total Sekolah Diusulkan± 450 SekolahTahap Penilaian Pusat
Estimasi Lolos Verifikasi± 360 SekolahPrediksi Sementara
Realisasi SMK (Terkonfirmasi)± 90 SekolahSelesai Verifikasi
Cakupan WilayahSeluruh SulselPemerataan Fasilitas
Sumber Dana UtamaPemerintah Pusat & APBDSinergi Anggaran

Menyadari bahwa tidak semua sekolah yang diusulkan akan mendapatkan pendanaan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menyiapkan skema cadangan. Bagi sekolah-sekolah dengan kondisi mendesak namun belum terakomodasi dalam program revitalisasi pusat, perbaikan akan diupayakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kriteria sekolah yang mendapatkan rehabilitasi melalui APBD ditentukan secara ketat berdasarkan tingkat kerusakan fisik. Fokus perbaikan mencakup ruang kelas hingga laboratorium yang dinilai sudah tidak layak guna.

“Dilihat dari kondisi sekolah. Ada rehab laboratorium, ada rehab kelas, tergantung tingkat kerusakan sekolah, khususnya yang kita danai dengan APBD,” tambah Mustakim. Ia menekankan bahwa SLB juga menjadi perhatian khusus dalam alokasi APBD untuk memastikan kesetaraan fasilitas bagi siswa berkebutuhan khusus.

Poin penting dalam revitalisasi tahun 2026 ini adalah cakupan bantuannya yang tidak hanya terbatas pada perbaikan gedung atau atap bocor. Revitalisasi ini juga mencakup penyediaan peralatan penunjang pembelajaran yang modern, terutama bagi SMK.

“Revitalisasi itu termasuk dengan peralatan yang ada di dalamnya. Misalnya untuk SMK, ada bantuan APBD peralatan, ada juga yang langsung dari pusat. Kalau untuk lab itu biasanya lengkap dengan isinya,” papar Mustakim. Integrasi antara bangunan fisik yang kokoh dan peralatan yang memadai diharapkan dapat meningkatkan kompetensi lulusan sekolah di Sulsel agar lebih siap bersaing di dunia kerja.

Di akhir keterangannya, Mustakim mengingatkan seluruh kepala sekolah di Sulawesi Selatan untuk terus memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Hal ini dikarenakan proses verifikasi dan penentuan kuota revitalisasi dari pemerintah pusat sangat bergantung pada validitas data yang diinput oleh masing-masing sekolah.

“Banyak kita ajukan tahun ini, cuma yang diverifikasi kemarin agak kurang dibanding tahun lalu. Itu juga tergantung dari data Dapodik di sekolah. Kami berharap capaian tahun ini minimal bisa menyamai prestasi tahun 2025 yang lalu,” tutupnya dengan nada optimis.

Penulis

Related Articles

Back to top button