Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Petani Desa Sappa Panen di Tengah Kemarau, Bupati Wajo Dorong Pompanisasi 

Wamanews.id, 17 September 2026 – Bupati Wajo Andi Rosman menghadiri agenda panen raya padi yang berlangsung di Desa Sappa, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada Kamis (17/9/2026). Kehadiran orang nomor satu di Bumi Lamaddukelleng ini sekaligus dimanfaatkan sebagai ruang dialog strategis untuk menyerap aspirasi petani secara langsung di tengah tantangan musim kemarau yang masih melanda.

Dalam peninjauan langsung ke hamparan lahan persawahan Desa Sappa, Bupati Wajo tampak didampingi oleh jajaran pejabat teknis, antara lain Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo, Andi Pameneri, serta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo, Ibnu Hajar.

Agenda panen raya padi tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Belawa, yang meliputi Camat Belawa, Kapolsek Belawa, Komandan Rayon Militer (Danramil) Belawa, aparat pemerintah desa, para tokoh masyarakat setempat, perwakilan pemuda tani, serta puluhan tamu undangan lainnya.

Andi Rosman menyatakan bahwa kehadirannya di tengah-tengah hamparan sawah bukan sekadar menghadiri acara seremonial tahunan belaka. Momentum panen bersama ini menjadi instrumen penting bagi jajaran pemangku kebijakan di daerah untuk menyaksikan langsung kondisi riil pertanian di tingkat tapak serta mendengar keluhan mendesak yang dihadapi petani saat musim kemarau berjalan.

Dalam arahannya di hadapan para petani dan warga, Andi Rosman melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat tani di Desa Sappa yang tidak patah arang mengolah persawahan mereka. Kendati dihadapkan pada minimnya curah hujan dan menyusutnya pasokan air permukaan, para petani tetap gigih memelihara tanaman hingga masa panen raya tiba dengan hasil yang memuaskan.

Ia menggarisbawahi bahwa sektor pertanian adalah fondasi paling vital sekaligus penopang utama urat nadi perekonomian masyarakat di Kabupaten Wajo. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo menaruh komitmen ekstra agar aktivitas pertanian rakyat tidak boleh terhenti oleh kendala anomali cuaca.

“Petani kita harus tetap kita dampingi. Di tengah kondisi kemarau seperti sekarang, kebutuhan air menjadi perhatian utama. Pemerintah harus hadir mencari solusi agar lahan pertanian tetap bisa mendapatkan pasokan air,” tegas Andi Rosman secara lugas di lokasi persawahan.

Menjawab aspirasi para petani seputar kekhawatiran krisis air baku, Bupati Wajo menyoroti secara khusus tata kelola serta efisiensi pemanfaatan sumber daya air di wilayah persawahan. Ia menekankan bahwa pemeliharaan dan pemanfaatan jaringan irigasi persawahan yang ada harus dioptimalkan secara terpadu, adil, dan merata.

Di samping pembenahan saluran irigasi, Andi Rosman menginstruksikan percepatan pemanfaatan sarana pompanisasi air untuk menjangkau lahan-lahan sawah tadah hujan atau area yang debit airnya menyusut drastis. Intervensi pompa air ini dinilai krusial guna mengalirkan air dari sungai atau waduk terdekat agar petak sawah tidak mengalami kekeringan ekstrem atau puso.

Andi Rosman berharap hasil panen raya di Desa Sappa dapat mendongkrak kesejahteraan keluarga petani, sekaligus menjadi suntikan semangat bagi petani di kecamatan lain di Wajo agar terus menjaga produktivitas gabah mereka.

“Kita berharap hasil panen ini memberikan kesejahteraan bagi petani. Pemerintah akan terus berkoordinasi dan berupaya membantu petani menghadapi dampak musim kemarau,” tutupnya.

Melalui tinjauan langsung ini, Pemkab Wajo dapat memetakan kebutuhan mendesak para petani di musim kering, sehingga langkah antisipasi dan penyaluran bantuan pertanian dapat disalurkan secara cepat, tepat, dan solutif demi mempertahankan Wajo sebagai lumbung pangan andalan Sulawesi Selatan.

Penulis

Related Articles

Back to top button