Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Dama Bone dan Si Gabus Wajo, Dua Maskot PORPROV Sulsel 2026 Resmi Diperkenalkan 

Wamanews.id, 17 September 2026 – Menjelang perhelatan akbar Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVIII Sulawesi Selatan 2026, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel secara resmi mulai memperkenalkan dua maskot utama ke publik. Dua maskot tersebut dirancang khusus untuk merepresentasikan dua daerah yang dipercaya menjadi tuan rumah bersama, yakni Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo.

Pengenalan maskot ini dilakukan dalam agenda rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan PORPROV XVIII yang berlangsung di Kantor KONI Sulsel, Kota Makassar, pada Rabu (16/9/2026). Bone mengusung maskot berkarakter ksatria budaya bernama Dama, sementara Wajo memperkenalkan maskot fauna khas bertajuk Si Gabus.

Rapat koordinasi strategis yang dipimpin Sekretaris Umum KONI Sulsel, Rahmansyah, tersebut dihadiri perwakilan Dispora Sulsel, pengurus KONI Sulsel, Dispora dan jajaran KONI Bone, Dispora dan KONI Wajo, 45 Technical Delegate (TD) cabang olahraga, serta Komisi Keabsahan PORPROV XVIII.

Ketua KONI Sulsel, Darmawangsyah Muin, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar panggung perlombaan rutin dua tahunan. Lebih dari itu, PORPROV diposisikan sebagai kawah candradimuka penjaringan atlet berbakat Sulsel menuju panggung nasional.

“PORPROV bukan sekadar ajang rutin, tetapi menjadi instrumen penting untuk menjaring talenta juara yang akan kita bina secara berjenjang menuju Pra-PON hingga PON 2028,” tegas Darmawangsyah, seraya menargetkan Sulsel menembus posisi 10 besar nasional.

Untuk Kabupaten Bone, maskot yang dihadirkan bernama Dama. Sosok ini divisualisasikan dengan rona warna merah yang berani, berpostur tegap, dan ekspresif dalam balutan identitas luhur budaya Bugis-Bone. Dama mengenakan songkok recca hitam di kepalanya sebagai lambang penghormatan terhadap adat istiadat, kebijaksanaan, serta keteguhan memegang marwah leluhur.

Senyum lebar pada wajah Dama merefleksikan kehangatan dan keramahan masyarakat Bone. Sementara itu, elemen tanduk menyerupai duri di kepala menegaskan ketangguhan dan keberanian. Di tangannya, Dama menggenggam badik pusaka sebagai simbol ketegasan, keberanian menantang rintangan, dan pembelaan atas kebenaran.

Dama berbalut busana adat jas tutup yang dipadukan dengan lipa’ sabbe (sarung sutra). Sikap tangan terbuka menandakan semangat gotong royong dan kebersamaan. Postur kedua kakinya berpijak kokoh menghadap depan, melambangkan kepercayaan diri tinggi untuk melangkah maju. Filosofi Dama merangkum prinsip falsafah Bugis: siri’ na pacce(harga diri dan solidaritas), lempu (kejujuran), warani (keberanian), getteng (keteguhan), serta amaccang (kecerdasan), di bawah naungan semboyan “Kota Beradat Bumi Arung Palakka”.

Sementara itu, Kabupaten Wajo menampilkan Si Gabus sebagai ikon kebanggaan daerah. Maskot ini mengambil figur ikan gabus khas perairan Danau Tempe yang diwujudkan layaknya seorang atlet yang tangguh, lincah, dan sarat optimisme.

Karakter ikan gabus dipilih karena mencerminkan daya tahan luar biasa, kegesitan bermanuver, serta kemampuan adaptasi tinggi. Tangan Si Gabus memegang obor menyala yang menyimbolkan gelora sportivitas tanpa henti dan tekad membara merengkuh gelar juara.

Keunikan budaya Wajo melekat kuat pada pakaian Si Gabus yang dibalut motif tenun Sutra Sengkang nan anggun. Busana tradisional tersebut dipadukan harmonis dengan sepatu kets modern, menandakan pertemuan antara warisan masa lampau dan modernitas olahraga. Di bagian dada, tersemat lambang kebanggaan Pemkab Wajo.

Palet warna Si Gabus pun sarat makna: merah melambangkan kobaran keberanian, biru merefleksikan ketenangan Danau Tempe, hijau toska mencerminkan identitas Wajo, putih melambangkan sportivitas murni, dan kuning keemasan menyimbolkan kejayaan prestasi. Maskot ini disempurnakan dengan slogan menggelora: “Bersatu Kita Juara, Wajo Berprestasi!”.

Perpaduan Dama dan Si Gabus menegaskan bahwa PORPROV Sulsel 2026 tidak hanya menjadi arena perebutan medali emas, melainkan juga panggung etalase kearifan lokal yang mempererat persaudaraan di Bumi Anging Mammiri.

Penulis

Related Articles

Back to top button