Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Gempa M 5,1 Guncang Ternate Terasa hingga Manado, BMKG Ungkap Pemicunya 

Wamanews.id, 17 September 2026 – Peristiwa gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang kawasan Kota Ternate, Maluku Utara, dan getarannya dirasakan cukup luas hingga ke wilayah Kota Manado, Sulawesi Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa rentetan getaran ini dipicu secara langsung oleh aktivitas subduksi lempeng di perairan laut dalam kawasan timur Indonesia.

Berdasarkan parameter analisis data seismik resmi yang dirilis oleh BMKG, gempa bumi ini berpusat di perairan laut sekitar Ternate. Kendati getarannya terasa cukup nyata di beberapa wilayah kepulauan dan pesisir daratan, BMKG secara resmi menyatakan bahwa peristiwa gempa tektonik ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami di pesisir Maluku Utara maupun wilayah pesisir Sulawesi Utara.

Meskipun demikian, rambatan getaran gempa bumi tersebut sempat mengejutkan warga di sejumlah daerah, khususnya bagi masyarakat yang saat kejadian tengah beraktivitas di dalam hunian rumah tinggal maupun gedung perkantoran bertingkat.

Berdasarkan tinjauan posisi episenter serta kedalaman hiposenternya, BMKG menerangkan bahwa lindu tektonik yang terjadi ini tergolong ke dalam kategori gempa bumi kedalaman menengah. Fenomena geologis ini muncul murni akibat dari pelepasan energi pada zona penunjaman atau aktivitas subduksi lempeng tektonik yang membentang aktif di perairan Laut Maluku.

Kawasan perairan di timur Indonesia, khususnya Laut Maluku, memang dikenal para ahli kegempaan sebagai salah satu zona pertemuan lempeng tektonik paling aktif, rumit, dan dinamis di kawasan Nusantara. Tumbukan serta desakan antara lempeng mikro Halmahera, lempeng Laut Maluku, dan busur lempeng Sangihe kerap memicu akumulasi tekanan kompresi yang secara periodik terlepas menjadi guncangan gempa bumi tektonik.

Hasil pemodelan mekanisme sumber gempa yang dianalisis oleh para ahli seismologi BMKG menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme patahan naik (thrust fault). Karakteristik patahan naik ini sejalan dengan tipikal tegangan kompresional yang lazim terbentuk di sepanjang palung zona subduksi antarlempeng tektonik laut.

Kendati pusat koordinat gempa berjarak di sekitar perairan Maluku Utara, gelombang getaran seismik merambat lintas laut hingga menjangkau sejumlah daerah di Sulawesi Utara. Masyarakat di Kota Manado, Kota Bitung, hingga beberapa kawasan pesisir Kabupaten Minahasa Utara dilaporkan turut merasakan ayunan guncangan tersebut.

Di Kota Ternate dan sekitarnya, getaran gempa dirasakan oleh sejumlah orang di dalam bangunan, di mana benda-benda ringan yang digantung terlihat bergoyang serta terasa getaran menyerupai truk berat yang melintas di depan jalan. Sementara itu di Manado, sebagian warga merasakan ayunan lindu lemah hingga sedang yang berlangsung selama beberapa detik.

Berdasarkan koordinasi sementara antara BMKG dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, hingga berita ini dirilis belum ada catatan atau laporan mengenai kerusakan bangunan maupun infrastruktur publik akibat gempa bumi ini. Demikian pula tidak ada laporan mengenai korban luka maupun korban jiwa.

Pihak BMKG memastikan terus mengawasi perkembangan seismik di wilayah Laut Maluku selama 24 jam penuh pascainsiden gempa bumi magnitudo 5,1 tersebut. Hingga saat ini, sistem monitoring otomatis belum mencatat adanya rentetan gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo signifikan yang membahayakan publik.

Pemerintah dan BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melanjutkan aktivitas harian secara normal. Warga yang berada di dalam bangunan diimbau untuk memeriksa kondisi dinding serta fondasi guna memastikan tidak ada keretakan struktural yang membahayakan stabilitas tempat tinggal.

Di samping itu, publik diminta bijak dalam bermedia sosial dan tidak mudah mempercayai kabar burung ataupun spekulasi tidak berdasar mengenai ancaman bencana lanjutan. Masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada kanal informasi resmi BMKG, seperti aplikasi daring BMKG Info, situs resmi institusi, serta saluran media sosial BMKG yang sudah terverifikasi.

Penulis

Related Articles

Back to top button