Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Mudik 2026 Makin Nyaman! Pemprov Sulsel Siapkan 8 ‘Rest Area Andalan Hati’, Ada Takjil Gratis!

Wamanews.id, 18 Maret 2026 – Keselamatan dan kenyamanan para “pejuang rindu” yang akan pulang ke kampung halaman menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menjelang arus mudik Lebaran 2026. Mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat yang masif, Pemprov Sulsel secara resmi meluncurkan delapan titik tempat istirahat strategis yang diberi nama Rest Area Andalan Hati.

Berbeda dengan tempat istirahat konvensional, program yang dikelola oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) ini mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat singgah ramah pemudik. Kehadiran rest area ini diharapkan mampu menjadi oase bagi para pengendara yang menempuh perjalanan lintas kabupaten/kota di wilayah Sulawesi Selatan agar tetap bugar hingga sampai ke tujuan.

Kepala Biro Kesra Sulsel, Andi Munawir, menjelaskan bahwa pemilihan masjid sebagai lokasi rest area bukan tanpa alasan. Masjid dianggap memiliki fasilitas dasar yang paling dibutuhkan pemudik, mulai dari area parkir, ketersediaan air bersih untuk bersuci, hingga suasana yang tenang untuk beristirahat sejenak.

“Dalam rangka menyambut arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan rest area di beberapa titik lokasi masjid,” ujar Andi Munawir pada Senin (16/3/2026).

Menariknya, para pemudik tidak hanya bisa sekadar meluruskan kaki. Di titik-titik ini, pemerintah daerah juga telah menyiapkan layanan tambahan berupa penyediaan hidangan berbuka puasa. “Kami menyiapkan kue-kue takjil dan minuman-minuman untuk membantu para musafir yang masih di perjalanan saat waktu berbuka tiba,” tambah Munawir.

Bagi Anda yang berencana melakukan perjalanan jauh, berikut adalah daftar delapan masjid yang telah disulap menjadi titik istirahat resmi Pemprov Sulsel:

  • Makassar: Masjid H. Fajar Rahmah (Jl. Perintis Kemerdekaan) – Strategis bagi pemudik yang baru keluar dari pusat kota.
  • Gowa: Masjid Besar Raudhatusshalihin – Titik penting bagi pelintas jalur selatan.
  • Bulukumba: Islamic Center Dato’ Tiro – Pusat singgah utama menuju wilayah pesisir timur.
  • Bone: Masjid Akbar Lappariaja – Menjaga kenyamanan pemudik di jalur tengah yang berkelok.
  • Sidrap: Masjid Agung – Titik sentral bagi jalur utara dan daerah Ajatappareng.
  • Toraja Utara: Masjid Besar Rantepao dan Masjid Nurul Jihad Lapandan – Dua titik vital di kawasan pegunungan.
  • Luwu Utara: Masjid Agung Syuhada Masamba – Tempat singgah krusial bagi pelintas jalur Luwu Raya menuju arah Malili atau Sulteng.

Langkah sigap Pemprov Sulsel ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, yang sebelumnya telah melakukan koordinasi intensif bersama Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Berdasarkan data Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan, posisi Sulawesi Selatan dalam peta mudik nasional sangatlah krusial. Sulsel tercatat sebagai daerah asal pemudik terbesar keenam nasional dengan potensi pergerakan mencapai 3,92 juta orang. Sementara itu, sebagai daerah tujuan, Sulsel masuk dalam lima besar provinsi tujuan utama dengan estimasi kedatangan mencapai 5,36 juta orang.

Melihat angka yang fantastis tersebut, Menhub Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya optimalisasi fasilitas publik seperti masjid. “Kami optimis, dengan dukungan Pemda Sulsel, layanan mobilitas masyarakat akan berjalan optimal serta menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pemudik,” tutur Menhub.

Meskipun saat ini baru delapan titik yang dikelola secara intensif oleh Pemprov, sebenarnya terdapat potensi sekitar 307 masjid di seluruh Sulawesi Selatan yang dapat dimanfaatkan sebagai titik istirahat pendukung. Pemerintah mengimbau para pengurus masjid di sepanjang jalur mudik untuk ikut serta memastikan fasilitas sanitasi dan keamanan tersedia dengan baik.

Andi Munawir juga mengingatkan kepada seluruh pemudik agar tidak memaksakan diri jika merasa lelah atau mengantuk. “Manfaatkan fasilitas rest area ini. Jangan ambil risiko, karena keselamatan keluarga menanti di kampung halaman,” pungkasnya.

Dengan adanya sinergi antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Agama, dan Pemprov Sulsel, perjalanan mudik 2026 diharapkan tidak hanya sekadar perpindahan tempat, tetapi menjadi perjalanan yang bermartabat dan penuh kenyamanan.

Penulis

Related Articles

Back to top button