Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Jenazah Sopir Korban Kebrutalan OPM Tiba di Makassar, Dijemput Bupati Toraja Utara

Wamanews.id, 19 September 2026 – Jenazah Aris Sanda, pengemudi angkutan logistik asal Toraja yang menjadi korban pembunuhan keji oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, akhirnya tiba di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kedatangan jenazah disambut secara langsung dengan penuh rasa duka oleh Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, di bandara sebelum dipulangkan ke kampung halaman.

Proses pemulangan jenazah almarhum menempuh perjalanan udara yang cukup panjang. Peti jenazah awalnya diterbangkan dari Bandara Wamena menuju Jayapura menggunakan pesawat kargo Trigana Air dengan nomor penerbangan TGN-7362/PK-YSW. Dari Bandara Sentani Jayapura, penerbangan dilanjutkan memakai maskapai Lion Air nomor penerbangan JT-797, hingga akhirnya mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros–Makassar, pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 14.40 WITA.

Kepala Inspektorat Toraja Utara, Yaya Rundupadang, mengonfirmasi kehadiran pimpinan daerah bersama keluarga almarhum dalam prosesi penjemputan kargo duka tersebut.

“Iya, Bapak Bupati bersama istri dan anak korban menyambut langsung kedatangan jenazah saudara Aris Sanda di Bandara Hasanuddin. Saya dampingi beliau,” terang Yaya Rundupadang kepada awak media.

Setibanya di Makassar, ambulans yang membawa jenazah korban langsung diarahkan menuju Gereja Toraja Jemaat Filadelphia Citra Daya di Kota Makassar. Di tempat ibadah tersebut, keluarga besar, kerabat perantau, serta jajaran pemerintah daerah menggelar ibadah penghiburan guna mendoakan almarhum sekaligus menguatkan keluarga yang ditinggalkan.

Setelah seluruh rangkaian doa bersama selesai, peti jenazah diberangkatkan menuju kampung halamannya di wilayah utara Toraja.

“Tadi ibadah penghiburan di Gereja Toraja Jemaat Filadelphia Citra Daya. Pukul 16.40 Wita diberangkatkan ke Tampan Bonga, Toraja Utara,” imbuh Yaya.

Iring-iringan kendaraan rombongan pengantar jenazah diperkirakan tiba di Makale, Kabupaten Tana Toraja, sekitar pukul 00.00 WITA. Dari Makale, rombongan resmi Pemerintah Daerah Toraja Utara bersama personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan mengawal serta mengarak ambulans menuju ke rumah duka di Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila.

Berdasarkan data yang dihimpun aparat keamanan, pembunuhan kejam terhadap Aris Sanda terjadi pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 06.00 WIT. Saat itu, pria yang akrab disapa Bapak Tasya ini tengah memimpin rombongan lajuran kendaraan darat yang membawa muatan logistik harian beserta penumpang umum dengan rute perjalanan dari Wamena menuju Distrik Mbua.

Nahas, setibanya di kawasan pertigaan Danau Habema, tepatnya di kaki Gunung Boy, Distrik Trikora, iring-iringan kendaraan dihentikan paksa oleh gerombolan orang bersenjata laras panjang yang terafiliasi dengan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama.

Seluruh penumpang dipaksa keluar dan diperiksa secara ketat oleh kelompok separatis tersebut. Para penumpang lain akhirnya diusir dan diperintahkan kembali memutar arah menuju ke Wamena. Akan tetapi, Aris Sanda sengaja diisolasi dari rombongan dan disandera.

Sebelum nyawanya dihabisi secara brutal, korban diduga kuat sempat dipaksa untuk membaca serta merekam pernyataan dukungan terhadap Papua Merdeka di bawah ancaman senjata. Setelah itu, pelaku menembak mati korban di tempat. Rekaman visual awal sebelum mobil dibakar menunjukkan Aris menderita luka robek parah akibat tembakan proyektil di area kepala.

Kepala Penerangan Komando Operasi (Koops) TNI Habema, Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna, mengonfirmasi bahwa tim patroli militer menemukan kendaraan korban dalam kondisi hangus bersama jasad pengemudinya di lokasi kejadian pada Rabu (16/9/2026).

“Aris Sanda alias bapak Tasya, asal Toraja, dilaporkan menjadi korban tindakan kekerasan oleh kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelas Letkol Wirya.

Aksi teror kelompok bersenjata terhadap pengemudi dan warga sipil pekerja logistik ini menuai kecaman luas dari berbagai lapisan masyarakat, sementara aparat TNI-Polri terus meningkatkan intensitas keamanan di ruas jalan trans-Papua guna mengantisipasi aksi serupa.

Penulis

Related Articles

Back to top button