Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Pemprov Sulsel Resmikan Kelas Digital Kolaboratif, Siapkan Ribuan Programmer Muda Tanpa Bebani APBD

Wamanews.id, 21 Juli 2025 – Pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan digital di Sulawesi Selatan kini menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi. Melalui inisiatif visioner Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, program Kelas Digital Kolaboratif (Collaborative Digital Class) secara resmi diluncurkan dalam acara puncak Youth Coding Achievement 2025: 1 Sekolah 1 Programmer Andalan. 

Pembukaan kegiatan yang dihadiri berbagai pihak ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, di Aula AAS Building, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, pada Sabtu, 19 Juli 2025.

Salah satu aspek yang paling menonjol dari program ini adalah implementasinya yang sepenuhnya mandiri tanpa menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ini menunjukkan komitmen kuat Pemprov Sulsel untuk mencari model pembiayaan inovatif melalui kolaborasi, demi memastikan pendidikan berkualitas dapat diakses oleh lebih banyak siswa.

Dalam kerangka program “1 Sekolah 1 Programmer Andalan”, Dinas Pendidikan Sulsel menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif dan kompetitif. Ini mencakup Gelar Project Coding, serangkaian seminar dan workshop mendalam tentang Artificial Intelligence (AI), serta seremoni kelulusan (graduation) bagi para peserta didik SMA/SMK yang telah menyelesaikan pelatihan coding

Selain itu, acara ini juga menjadi momen penting peluncuran Pengukuran Indeks Sekolah Digital Indonesia untuk wilayah Sulawesi Selatan, sebagai tolok ukur kemajuan digitalisasi sekolah.

Dalam pidato pembukaannya, Jufri Rahman menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sebuah simbol transformasi fundamental dalam dunia pendidikan Sulsel. Ia menggarisbawahi urgensi mempersiapkan generasi muda agar memiliki keterampilan digital mumpuni dan daya saing global.

“Kegiatan hari ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah simbol transformasi pendidikan, generasi muda Sulsel tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta dan inovator di dalamnya,” ucap Jufri. Pernyataan ini mencerminkan ambisi untuk menciptakan ekosistem di mana siswa tidak hanya pasif mengonsumsi teknologi, tetapi aktif berkontribusi dalam pengembangannya.

Jufri Rahman juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan Sulsel yang telah berani menginisiasi program ambisius ini tanpa membebani APBD. Baginya, ini adalah contoh konkret dari inovasi dalam pembangunan pendidikan yang berbasis kolaborasi, melibatkan berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama.

Lebih lanjut, Jufri menekankan pentingnya mengintegrasikan digitalisasi pendidikan dengan penguatan karakter dan kearifan lokal. Ia percaya bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan nyata dari visi besar Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter.

“Saya mengajak semua peserta dan pihak yang terlibat untuk tidak hanya menjadikan kegiatan ini sebagai ajang sehari, tetapi sebagai gerakan jangka panjang untuk membangun ekosistem digital yang inklusif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masa depan anak-anak kita,” ajaknya. Ini adalah seruan untuk menjadikan program ini sebagai fondasi bagi perkembangan digitalisasi pendidikan yang berkelanjutan di seluruh Sulsel.

Dengan adanya program ini, harapan besar tertumpu pada lahirnya generasi digital yang tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di tingkat regional, nasional, hingga internasional. “Selamat belajar dan jadilah pencipta teknologi masa depan,” pungkas Jufri, memberikan semangat dan motivasi kepada para siswa yang menjadi bagian dari program ini.

Keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua HIPMI Sulsel Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, perwakilan dari ASEAN Foundation (Manajer Program AI Ready ASEAN Diera Gala Paksi dan Pejabat Komunikasi Proyek AI Ready ASEAN Revina Syifa Tiara), Perwakilan AAS Foundation Rezky Mulyadi, Perwakilan Gojek Indonesia Ome Muhammad, Direktur Eksekutif Kaizen Collaborative Impact Ismita Saputri, serta perwakilan dari Google Indonesia dan PT Erlangga. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci kesuksesan program yang berpotensi mengubah wajah pendidikan di Sulsel.

Penulis

Related Articles

Back to top button