Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Lawan “El Nino Godzilla”: Bupati Wajo Andi Rosman Siapkan Strategi Mitigasi Kekeringan di Rakornas Kementan 

Wamanews.id, 21 April 2026 – Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, Kabupaten Wajo sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan terus memperkuat barisan mitigasi. Bupati Wajo, Andi Rosman, secara khusus bertolak ke Ibu Kota untuk menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Auditorium Gedung F Kementan, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi panggung penting bagi para kepala daerah se-Indonesia untuk menyatukan visi dalam menghadapi tantangan berat tahun ini: kekeringan ekstrem. Rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, bersama Wakil Menteri Pertanian, menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah demi menjaga kedaulatan pangan bangsa.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membawa pesan kuat dari Presiden RI, Prabowo Subianto. Di hadapan para kepala daerah, Amran memaparkan bahwa Indonesia telah mendapatkan pengakuan di forum internasional atas keberhasilannya menekan angka impor dan memperkuat fondasi swasembada pangan.

Namun, Amran menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak boleh membuat pemerintah daerah lengah. Keberlanjutan swasembada harus dijaga melalui penguatan fondasi struktural. Strategi utamanya adalah percepatan program cetak sawah baru serta optimalisasi lahan-lahan yang sudah ada agar tetap produktif meski di bawah tekanan cuaca ekstrem.

“Kita tidak hanya bicara produksi jangka pendek. Fokus kita adalah memastikan setiap jengkal lahan bisa memberikan hasil maksimal melalui teknologi dan manajemen air yang tepat,” tegas Amran dalam forum tersebut.

Menyikapi arahan tegas dari pusat, Bupati Wajo Andi Rosman menyatakan komitmen penuhnya. Wajo, yang memiliki hamparan lahan pertanian luas dan Danau Tempe sebagai sumber air strategis, memiliki tanggung jawab besar dalam menyokong stok beras nasional.

Rosman mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah preventif bahkan sebelum Rakornas ini digelar. Salah satu langkah konkretnya adalah penerbitan surat edaran mengenai langkah-langkah antisipasi menghadapi fenomena alam yang dijuluki sebagai “El Nino Godzilla” sebuah fenomena kekeringan ekstrem yang diprediksi melanda di tahun 2026.

“Kami mengikuti arahan Bapak Menteri sembari mempersiapkan strategi di daerah. Kami juga telah mengeluarkan surat edaran bagaimana langkah dan antisipasi menghadapi El Nino Godzilla,” tegas Andi Rosman usai pertemuan.

Rencana Aksi Mitigasi Pertanian Wajo 2026

Sektor FokusLangkah StrategisTarget Output
Sumber Daya AirOptimalisasi pompa air dan normalisasi saluran irigasi.Menjamin ketersediaan air di lahan kering.
Teknologi LahanPenerapan program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa.Peningkatan luas tambah tanam (LTT).
Edukasi PetaniSosialisasi varietas padi tahan kekeringan (padi gogo/varietas unggul).Minimalisir risiko gagal panen (puso).
RegulasiPenerbitan Surat Edaran Siaga El Nino Godzilla.Kesiapsiagaan kolektif di tingkat desa/kecamatan.

Andi Rosman menambahkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan beras di pasar, melainkan soal stabilitas ekonomi masyarakat Wajo yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Dengan adanya sinergi melalui Rakornas ini, Pemkab Wajo berharap mendapatkan dukungan tambahan, baik berupa alat mesin pertanian (alsintan) maupun pendampingan teknis dari Kementan.

Optimalisasi lahan menjadi kunci agar produktivitas petani tidak merosot tajam saat kemarau panjang melanda. Pihaknya akan memastikan distribusi bantuan pemerintah tepat sasaran dan infrastruktur dasar pertanian dalam kondisi siap tempur.

“Semangat kami adalah menyatukan visi dengan pusat. Jika pangan kita kuat, maka ekonomi daerah juga akan stabil. Wajo siap menjadi garda terdepan dalam menjaga lumbung pangan Sulawesi Selatan,” pungkas Andi Rosman optimis.

Dengan langkah-langkah mitigasi yang matang, Kabupaten Wajo diharapkan mampu melewati tantangan cuaca ekstrem tahun 2026 tanpa harus mengorbankan kesejahteraan para petaninya. 

Penulis

Related Articles

Back to top button