Misteri Benda Biru Mirip Rudal di Perairan Tanakeke, TNI AL dan Polisi Takalar Bergerak Cepat

Wamanews.id, 20 April 2026 – Ketenangan warga di Kabupaten Takalar, khususnya di wilayah pesisir, mendadak berubah menjadi kegemparan. Hal ini dipicu oleh penemuan sebuah benda asing misterius yang bentuk fisiknya menyerupai rudal atau proyektil militer. Benda tersebut ditemukan mengapung di perairan Kepulauan Tanakeke, Kecamatan Mappasunggu, oleh nelayan setempat yang tengah melaut pada Minggu (19/4/2026).
Laporan temuan ini langsung memicu respons cepat dari aparat keamanan lintas sektor. Personel gabungan dari TNI Angkatan Laut dan Kepolisian Resor Takalar segera bergerak menuju lokasi untuk mengamankan benda tersebut guna mengantisipasi segala kemungkinan bahaya, termasuk risiko ledakan yang dapat mengancam keselamatan publik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, benda mencurigakan tersebut pertama kali terlihat oleh seorang nelayan yang sedang mencari ikan di sekitar perairan Pulau Tanakeke. Awalnya, saksi mata mengira benda tersebut hanyalah sampah laut atau pelampung biasa. Namun, setelah mendekat, ia dikejutkan dengan bentuknya yang tidak lazim dan terlihat seperti alutsista (alat utama sistem senjata).
Sadar akan potensi bahaya, nelayan tersebut segera melaporkan temuannya kepada pihak berwenang di daratan. Menanggapi laporan warga, petugas dari Polsek Mappasunggu berkoordinasi dengan Pos AL Takalar untuk melakukan proses evakuasi. Dengan menggunakan kapal patroli, benda asing itu berhasil dibawa ke daratan dan diamankan sementara di Kantor Polsek Mappasunggu sebelum akhirnya dipindahkan ke Makassar.
Komandan Pos AL Takalar, Hamzah, memberikan keterangan resmi terkait langkah-langkah yang diambil oleh pihaknya. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, TNI AL belum bisa menyimpulkan secara pasti identitas maupun fungsi dari benda tersebut. Meski demikian, secara visual, benda itu memang memiliki kemiripan yang sangat kuat dengan rudal.
“Kami belum bisa menyimpulkan (jenisnya). Tapi, barang ini menyerupai bentuk rudal. Belum tahu persis seperti apa fungsi atau asal-usulnya,” ungkap Lettu Marinir Hamzah.
Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, benda tersebut kini telah dievakuasi ke Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI Makassar. Di sana, tim ahli dari TNI AL akan meneliti apakah benda tersebut merupakan bagian dari persenjataan aktif, alat pemantau bawah laut (seaglider), atau perangkat survei lainnya.
“Nanti hasil penelitian lebih lanjut mengenai benda ini akan disampaikan oleh pimpinan kami. Mengenai potensi bahaya atau kemungkinan meledak, kami belum bisa memberikan keterangan sebelum hasil pemeriksaan keluar,” tambahnya.
Detail Fisik Benda Asing yang Ditemukan
| Ciri Fisik | Deskripsi |
| Bentuk | Lonjong memanjang (Oval) |
| Warna Utama | Biru |
| Ukuran | Panjang lebih dari satu meter |
| Lokasi Temuan | Perairan Kepulauan Tanakeke, Takalar |
| Status Saat Ini | Diamankan di Kodaeral VI Makassar |
Kapolsek Mappasunggu, Sumarwan, menjelaskan bahwa benda asing tersebut memiliki dimensi yang cukup besar untuk ukuran perangkat laut yang biasa ditemukan warga. Ia juga mengonfirmasi bahwa warna biru pada benda itu tampak masih cukup cerah, yang mengindikasikan benda tersebut mungkin belum terlalu lama berada di dalam air.
Terkait maraknya temuan benda asing di wilayah perairan Sulawesi Selatan, Ipda Sumarwan memberikan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama para nelayan yang beraktivitas di garda terdepan laut.
“Disampaikan kepada masyarakat, jika menemukan benda asing di mana pun, baik di laut maupun di darat, jangan sekali-kali diutak-atik atau mencoba memindahkannya sendiri. Segera laporkan ke pihak berwajib agar dapat ditangani dengan cepat, tepat, dan aman,” tegas Ipda Sumarwan.
Penemuan benda mirip rudal ini menambah daftar panjang temuan alat teknologi laut di perairan Indonesia. Beberapa kasus serupa di masa lalu sering kali mengarah pada seaglider atau drone laut milik negara asing yang digunakan untuk riset pemetaan bawah laut atau kepentingan intelijen maritim.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak TNI AL masih terus melakukan koordinasi internal dan pengecekan teknis di Makassar. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi spekulatif yang dapat memicu kepanikan, sembari menunggu pernyataan resmi dari pimpinan TNI AL terkait status benda “biru” misterius tersebut.







