Tiba di Tanah Air, Kepulangan 391 Jemaah Haji Sidrap Diwarnai Tradisi Unik Ma’bello

Wamanews.id, 3 Juni 2026 – Kebahagiaan dan rasa haru menyelimuti kedatangan sejumlah rombongan jemaah haji Embarkasi Makassar yang telah resmi menginjakkan kaki kembali di tanah air setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah suci di Arab Saudi. Salah satu rombongan yang sukses mendarat adalah jemaah haji asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dengan total manifes sebanyak 391 jemaah.
Prosesi kedatangan ratusan tamu Allah ini disambut langsung oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, di Asrama Haji Debarkasi Makassar. Selain menjadi momen sakral keagamaan, kepulangan jemaah haji Bumi Nene’ Mallomo kali ini kembali diwarnai oleh lestarinya kebudayaan lokal yang sangat unik, yakni tradisi Ma’bello.
Tradisi Ma’bello merupakan sebuah kebiasaan turun-temurun yang melekat kuat pada jemaah haji suku Bugis, khususnya asal Sidrap. Tradisi ini diwujudkan dengan cara merias diri, mengenakan pakaian terbaik khas daerah, hingga memakai berbagai aksesori perhiasan emas mencolok sebelum mereka melangsungkan pertemuan perdana dengan sanak keluarga di kampung halaman.
Menariknya, pada musim haji tahun 2026 ini, pihak pemerintah daerah menerapkan kebijakan penyeragaman. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di mana jemaah kerap bersolek secara mandiri di dalam kabin pesawat, kali ini jemaah diwajibkan tetap mengenakan pakaian haji standar saat proses penerbangan dan pemeriksaan di Asrama Haji Makassar.
Sebagai gantinya, rombongan jemaah haji asal Sidrap ini dijadwalkan melakukan transit atau singgah terlebih dahulu di wilayah Kabupaten Maros. Di titik transit inilah, para jemaah diberikan ruang khusus untuk melaksanakan ritual Ma’bello secara serentak.
“Kan biasanya di pesawat ma’bello atau merias sendiri. Tapi kali ini kebijakannya supaya seragam dulu semuanya menggunakan pakaian haji. Nanti singgah di Maros untuk ma’bello atau merias menggunakan pakaian ala orang Sidrap,” ungkap Syaharuddin Alrif kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa pakaian dan dandan yang prima sengaja disiapkan karena kehadiran mereka telah dinantikan oleh keluarga besar di Sidrap. “Biasanya khasnya emasnya yang banyak,” tutur politisi Partai NasDem tersebut. Setelah rampung berhias, jemaah bertolak ke Sidrap untuk mengikuti acara penyambutan resmi di Rumah Jabatan Bupati Sidrap sekitar pukul 16.00 Wita.
Tingginya animo dan kemampuan finansial masyarakat Sidrap dalam mendaftar ibadah haji dinilai linier dengan kondisi kesejahteraan daerah. Syaharuddin memaparkan bahwa lompatan data pendaftar baru ini dipicu oleh meningkatnya produktivitas pada sektor pertanian serta laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidrap yang sukses menyentuh angka 7,7 persen.
Kabar baik lainnya juga datang dari sektor manajemen kuota. Kabupaten Sidrap yang selama ini memegang rekor sebagai daerah dengan masa tunggu (waiting list) haji terpanjang di Indonesia hingga 49 tahun, kini berkat kebijakan kuota yang baik, masa tunggu tersebut berhasil dipangkas drastis menjadi kisaran 26 tahun saja. Melalui penyesuaian ini, Sidrap mampu memberangkatkan hampir 800 jemaah secara total pada tahun ini.
Di samping kesuksesan pelayanan haji 2026 di Makkah, Madinah, dan Jeddah yang diapresiasi berjalan lancar tanpa keluhan, tim medis tetap melakukan pengawasan ketat terhadap kondisi fisik jemaah.
Dilaporkan terdapat satu jemaah lanjut usia (lansia) dari rombongan kloter pertama ini yang harus langsung dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar setibanya di bandara untuk menjalani observasi medis lanjutan akibat faktor usia. Sementara itu, terdapat satu jemaah asal Sidrap lainnya yang terpaksa masih tertinggal di Makkah guna menjalani perawatan intensif dan baru akan diterbangkan pulang ke tanah air setelah kondisi kesehatannya dinyatakan pulih dan memungkinkan oleh tim dokter.







