Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Gara-Gara Antrean Solar Diserobot Usai Menunggu 7 Jam, Sopir Truk di Makassar Ditikam!

Wamanews.id, 20 Juli 2026 – Ketegangan akibat antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi di Kota Makassar berujung petaka tragis. Seorang sopir truk menjadi korban aksi penikaman brutal di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) usai terlibat cekcok akibat antrean kendaraannya yang diserobot oleh pengendara lain.

Peristiwa penganiayaan berat tersebut dipicu oleh rasa frustrasi dan kelelahan korban yang telah mengantre hingga 7 jam demi mendapatkan pasokan Solar. Situasi memanas ketika antrean yang telah ditunggu sejak lama mendadak dipotong secara sepihak, hingga akhirnya menyulut emosi dan berujung pada aksi kekerasan fisik menggunakan senjata tajam.

Insiden berdarah ini bermula ketika korban tengah berjuang mendapatkan Solar bersubsidi di salah satu SPBU di kawasan Kota Makassar. Setelah menunggu berjam-jam bersama barisan truk logistik lainnya, suasana di area pengisian BBM bersubsidi tersebut mulai tidak kondusif akibat panjangnya barisan kendaraan dan lambatnya pergerakan antrean.

Saat giliran korban semakin dekat setelah menanti selama kurang lebih 7 jam, situasi mendadak memanas ketika terduga pelaku menyerobot masuk ke dalam barisan antrean tanpa memedulikan pengemudi lain yang sudah mengantre terlebih dahulu.

Tak terima hak antreannya diserobot begitu saja setelah menunggu seharian, korban lantas menegur pelaku. Teguran tersebut memicu percekcokan mulut yang sengit di antara keduanya di area SPBU. Di tengah adu mulut yang kian memanas, pelaku yang diduga tersulut emosi langsung melayangkan serangan menggunakan senjata tajam dan menikam korban sebelum akhirnya melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP).

Tabel: Ringkasan Peristiwa Penikaman di SPBU Makassar

Kategori InformasiDetail Kejadian di Lapangan
Lokasi KejadianStasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Makassar.
Pemicu UtamaAntrean Solar bersubsidi yang diserobot usai mengantre 7 jam.
Bentuk KekerasanPenganiayaan berat menggunakan senjata tajam (penikaman).
Dampak InsidenKorban mengalami luka tikam dan langsung dilarikan untuk perawatan medis.

Warga serta sesama sopir truk yang berada di lokasi kejadian langsung berhamburan memberikan pertolongan pertama kepada korban yang terkulai akibat luka tembus senjata tajam. Korban segera dievaluasi dan dilarikan ke fasilitas medis terdekat guna mendapatkan penanganan darurat dari tim medis.

Sementara itu, aparat kepolisian setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi mata, serta memburu pelaku penikaman yang melarikan diri. Kasus ini menjadi alarm keras bagi pihak pengelola SPBU dan aparat keamanan untuk memperketat pengawasan di lapangan, mengingat penumpukan antrean BBM bersubsidi kerap memicu gesekan emosional dan konflik antar-pengendara.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat dan para pengguna jalan untuk tetap menahan diri serta mengedepankan kesabaran di tengah dinamika antrean BBM, guna mencegah terulangnya aksi main hakim sendiri yang merugikan jiwa dan melanggar hukum pidana.

Penulis

Related Articles

Back to top button