Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Jangan Sembarangan, Ini Tips Aman Bersihkan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau 

Wamanews.id, 7 September 2026 – Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda yang terjadi sejak Jumat malam (4/9/2026) telah memicu erupsi secara menerus disertai kemunculan lava fountain. Peristiwa alam ini berdampak pada tersebarnya hujan abu vulkanik hitam di berbagai wilayah, mulai dari Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat di Lampung, hingga menjangkau kawasan Bogor di Jawa Barat.

Masyarakat di daerah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak sembarangan dalam menangani paparan debu erupsi tersebut. Abu vulkanik berbeda secara signifikan dengan debu jalanan biasa karena mengandung partikel silika halus yang bersifat tajam, keras, dan abrasif. Apabila dibersihkan dengan cara yang salah, partikel tersebut berpotensi menggores permukaan kaca, kendaraan, serta merusak kesehatan organ pernapasan dan mata. Selain itu, abu vulkanik yang terkena guyuran air dalam volume tertentu dapat mengeras hingga membentuk lapisan keras menyerupai semen.

Guna mencegah kerusakan material dan menjaga kesehatan diri, berikut adalah panduan dan tips mitigasi praktis dalam membersihkan serta menangani paparan abu vulkanik secara aman:

1. Tunggu Hujan Berhenti Sebelum Membersihkan Halaman

Untuk membersihkan halaman rumah atau area terbuka dari paparan abu, masyarakat disarankan untuk menunggu hingga kondisi hujan abu benar-benar reda. Saat membersihkan, gunakan air dengan cara disemprot secara halus dan perlahan, atau sapu abu secara perlahan-lahan.

Sangat tidak dianjurkan menyiram abu menggunakan air dalam jumlah banyak dari ember secara mendadak. Campuran air dan abu dalam volume tinggi dapat memicu reaksi pengendapan yang mengeras seperti lapisan semen di permukaan lantai atau saluran air.

2. Jangan Langsung Mengelap Kaca dan Kendaraan

Partikel silika pada abu vulkanik bersifat sangat abrasif. Oleh karena itu, kendaraan bermotor, kaca rumah, maupun kacamata yang tertutup abu tidak boleh langsung dilap dalam kondisi kering. Gesekan antara kain lap kering dan partikel abu dapat menimbulkan goresan permanen pada permukaan kaca dan cat kendaraan.

Cara aman yang harus dilakukan adalah membilas atau menyiram seluruh permukaan yang terpapar menggunakan air mengalir terlebih dahulu untuk merontokkan partikel abu, sebelum akhirnya disabuni dan dilap hingga bersih.

3. Gunakan Masker Berfiltrasi Tinggi

Perlindungan saluran pernapasan menjadi aspek paling krusial saat beraktivitas di daerah terdampak erupsi. Penggunaan masker bedah biasa dinilai kurang efektif dalam menyaring partikel abu vulkanik yang berukuran sangat halus.

Masyarakat dianjurkan menggunakan masker dengan standar filtrasi tinggi seperti jenis KN95 atau N95. Pastikan masker digunakan sesuai petunjuk dan hindari membasahi masker, karena kondisi basah justru dapat menurunkan efektivitas fungsi filtrasi dan mengganggu kenyamanan bernapas.

4. Hindari Mengucek Mata saat Terpapar Abu

Jika mata Anda kemasukan atau terpapar partikel abu vulkanik, sangat dilarang untuk menguceknya. Tindakan mengucek mata dapat menyebabkan partikel tajam bergesekan langsung dengan kornea mata, yang berisiko memicu iritasi berat hingga luka serious.

Langkah pertolongan pertama yang benar adalah segera membilas mata menggunakan air bersih yang mengalir hingga partikel terbilas keluar. Jika rasa perih, merah, atau gangguan penglihatan tetap berlanjut setelah dibilas, segera datangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

5. Tutup Celah Bangunan dan Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Guna meminimalkan masuknya abu ke dalam area hunian, tutuplah seluruh pintu, jendela, dan celah ventilasi rumah menggunakan kain atau bahan penyumbat sementara. Semakin sedikit abu yang masuk ke dalam rumah, semakin mudah proses pembersihan ruangan dilakukan.

Selain itu, batasi aktivitas di luar ruangan selama sebaran abu vulkanik masih pekat di udara. Apabila harus terpaksa beraktivitas di luar rumah, selalu gunakan alat pelindung diri seperti masker filtrasi tinggi, pakaian lengan panjang, dan kacamata pelindung (goggles).

Dengan menerapkan langkah-langkah mitigasi yang tepat dan selalu memantau informasi resmi dari pihak berwenang, masyarakat diharapkan dapat terhindar dari dampak buruk kesehatan maupun kerusakan material akibat erupsi gunung berapi.

Penulis

Related Articles

Back to top button