Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Gunung Bulu Saukang Maros Terbakar, 337 Pendaki Dievakuasi dan 4 Kesurupan

Wamanews.id, 7 September 2026 – Kebakaran hutan hebat melanda kawasan Gunung Bulu Saukang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Minggu malam (6/9/2026). Peristiwa kebakaran ini memicu aksi evakuasi berskala besar setelah ratusan pendaki dilaporkan terjebak di area pegunungan saat kobaran api mulai menjalar luas.

Berdasarkan data resmi dari Basarnas Makassar, sebanyak 337 pendaki tercatat sedang berada di kawasan gunung saat titik api pertama kali muncul. Dari jumlah total tersebut, sebanyak 68 pendaki sempat terjebak di tengah kepungan asap tebal dan kobaran api sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan yang bekerja ekstra keras sepanjang malam.

Dantim Basarnas Makassar, Dadang Tarkas, mengonfirmasi bahwa seluruh pendaki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Kendati demikian, proses evakuasi di lapangan berlangsung cukup dramatis akibat kondisi medan yang terjal, jarak pandang yang terbatas, serta tebalnya asap kebakaran hutan.

Tiga pendaki perempuan dilaporkan mengalami gangguan kesehatan serius serta cedera fisik saat proses penurunan dari lokasi kejadian. Pendaki atas nama Arum (24) dan Velia (22) mengalami sesak napas berat akibat terlalu banyak menghirup asap hingga sempat pingsan di jalur. Sementara itu, satu pendaki lainnya atas nama Bunga (18) mengalami cedera keseleo pada bagian kaki akibat terpeleset saat berupaya menyelamatkan diri.

“Sekarang semua korban cedera maupun seluruh pendaki lainnya sudah berhasil dievakuasi dengan selamat dan telah diserahkan kembali secara langsung kepada pihak keluarga masing-masing,” kata Dadang pada Senin (7/9/2026).

Kebakaran hutan ini dilaporkan bermula dari area Pos 5. Hembusan angin kencang serta kondisi vegetasi yang mengering membuat kobaran api dengan cepat merembet hingga mendekati Pos 3 serta kawasan puncak gunung. Menurut penjelasan dari relawan SAR Pramuka Peduli, Ondong, titik api pertama kali terlihat oleh para pendaki sekitar pukul 20.00 WITA. Melihat situasi yang semakin membahayakan keselamatan jiwa, tim penyelamat bersama warga lokal langsung mengarahkan para pendaki untuk bergerak turun melintasi jalur alternatif yang lebih aman dari jangkauan api.

Di tengah situasi darurat dan kepanikan akibat amukan si jago merah, proses evakuasi juga diwarnai oleh insiden yang menyita perhatian. Sebanyak empat orang pendaki dilaporkan mengalami fenomena kesurupan saat proses penyisiran dan penurunan jalur berlangsung.

“Jumlahnya ada empat orang yang mengalami kesurupan. Ada yang alami kesurupan saat masih berada di tengah jalur perlintasan, dan ada juga yang baru mengalaminya ketika sudah tiba di lokasi tempat istirahat penjemputan,” ungkap Ondong saat menceritakan kondisi di lapangan.

Warga setempat dan para relawan menduga kondisi tidak sadarkan diri atau kesurupan tersebut dipicu oleh tingkat kelelahan fisik yang sangat ekstrem, kepanikan psikologis di tengah ancaman bahaya kebakaran, serta suasana jalur pendakian yang rimbun dan gelap pada malam hari. Beruntung, setelah mendapatkan penanganan khusus dari warga lokal serta bantuan tim relawan, kondisi psikis keempat pendaki tersebut berhasil dipulihkan hingga akhirnya bisa pulang ke kediaman masing-masing.

Hingga Senin siang, petugas dari instansi kehutanan bersama tim SAR gabungan masih terus menyisir dan melakukan pemantauan ketat di sekitar area lereng gunung. Beberapa titik api dilaporkan masih menyala dan menyebarkan asap tipis. Kawasan Gunung Bulu Saukang kini berada dalam pengawasan ekstra ketat guna memadamkan sisa-sisa api serta mencegah kebakaran kembali meluas ke area pemukiman warga.

Penulis

Related Articles

Back to top button