Sering Dianggap Camilan Diet, Benarkah Frozen Yogurt Lebih Sehat dari Es Krim?

Wamanews.id, 18 Juni 2026 – Ketika cuaca terik melanda, makanan pencuci mulut yang dingin dan manis selalu menjadi buruan utama untuk menyegarkan tenggorokan. Di antara banyaknya pilihan yang tersedia di pasaran, es krim dan frozen yogurt (froyo) menjadi dua opsi paling populer. Selama bertahun-tahun, sebagian besar masyarakat kelas urban dan pelaku gaya hidup sehat cenderung memilih frozen yogurt karena dianggap sebagai alternatif yang jauh lebih sehat dan ramah diet dibandingkan es krim konvensional.
Namun, benarkah anggapan tersebut sepenuhnya tepat jika ditinjau dari kacamata medis dan ilmu gizi? Menyadur laporan kesehatan mendalam dari Kompas.com pada Rabu (17/6/2026), para ahli gizi mengungkapkan fakta bahwa label “lebih sehat” pada frozen yogurt tidak bisa digeneralisasi begitu saja. Karakteristik nutrisi dari kedua makanan penutup ini rupanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang wajib dipahami oleh konsumen cerdas.
Secara mendasar, perbedaan utama antara es krim dan frozen yogurt terletak pada bahan baku utamanya. Es krim diolah dengan menggunakan bahan dasar krim susu, yang secara otomatis membuatnya kaya akan kandungan lemak jenuh. Sementara itu, frozen yogurt menggunakan bahan dasar susu yang telah dikulturkan atau difermentasi dengan bakteri baik (probiotik), sehingga tekstur asamnya lebih menonjol dan secara alami memiliki kadar lemak yang jauh lebih rendah.
Kendati unggul dalam hal rendah lemak, para ahli gizi memberikan catatan kritis yang sering kali diabaikan oleh konsumen. Untuk menekan rasa asam yang kuat dari hasil fermentasi yogurt dan membuatnya ramah di lidah masyarakat luas, produsen frozen yogurt biasanya menambahkan gula dalam jumlah yang cukup signifikan ke dalam adonan.
Dalam banyak kasus, kadar gula tambahan (added sugar) pada satu porsi frozen yogurt justru bisa setara atau bahkan lebih tinggi daripada es krim biasa. Tingginya asupan gula tersembunyi ini tentu menjadi bumerang bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau penderita diabetes yang mendambakan camilan sehat.
Selain adonan dasar, faktor penentu kalori terbesar yang sering kali merusak esensi sehat dari frozen yogurtadalah pemilihan topping. Penambahan saus cokelat, remahan biskuit, jeli, hingga permen di atas cangkir froyo justru akan melipatgandakan total kalori harian secara drastis, menjadikannya tidak berbeda jauh dengan seporsi es krim dengan topping lengkap.
Melihat perbandingan nutrisi di atas, ahli gizi menyimpulkan bahwa pilihan mana yang lebih sehat kembali pada kondisi tubuh dan tujuan kesehatan masing-masing individu. Jika fokus utama Anda adalah memangkas asupan lemak jenuh dan menjaga kolesterol, maka frozen yogurt polos tanpa lemak adalah opsi yang sangat baik. Namun, jika Anda sensitif terhadap lonjakan gula darah, konsumsi es krim dalam porsi kecil terkadang justru lebih aman daripada froyo manis.
Bagi masyarakat yang ingin tetap menikmati frozen yogurt sebagai bagian dari menu sehat, para pakar menyarankan beberapa langkah bijak berikut:
- Pilih Varian Rasa Original: Hindari varian rasa tambahan yang sudah diformulasikan dengan sirup perasa tinggi kalori.
- Batasi Porsi: Hindari membeli ukuran cangkir (cup) terbesar yang memicu konsumsi berlebih.
- Pilih Topping Sehat: Alihkan pilihan topping dari saus manis atau biskuit ke potongan buah segar seperti stroberi, kiwi, mangga, atau taburan kacang-kacangan (almond) tanpa garam yang kaya serat.
Dengan memahami komposisi zat gizi secara bijak, masyarakat tidak lagi terjebak pada klaim pemasaran semata, melainkan mampu mengontrol asupan harian demi menjaga kebugaran tubuh dalam jangka panjang.





