Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Lifestyle

Pengangguran Sarjana Tembus 1 Juta Orang, Guntur Romli Sentil Janji Kampanye Gibran

Wamanews.id, 12 Agustus 2026 – Lonjakan angka pengangguran terdidik di Indonesia mendulang sorotan tajam dari publik dan kalangan politisi. Politisi PDI Perjuangan, Guntur Romli, secara terbuka menyentil janji politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang saat masa kampanye berkomitmen menghadirkan hingga 19 juta lapangan pekerjaan baru.

Sentilan tersebut dilayangkan seiring dengan meroketnya jumlah lulusan perguruan tinggi yang belum terserap di pasar kerja nasional.

Guntur menilai, fenomena semakin banyaknya lulusan diploma hingga pascasarjana yang menganggur menunjukkan ketidaksesuaian antara janji manis kampanye dan realitas penyediaan lapangan kerja di lapangan.

“1 juta lebih sarjana menganggur di negeri ini sementara janji 19 juta lapangan pekerjaan dari Gibran semakin terlihat sebagai kebohongan,” tegas Guntur Romli pada Rabu (12/8/2026).

Mengutip data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026, tercatat sebanyak 1.033.182 orang dari total 7,22 juta pengangguran di tingkat nasional merupakan lulusan berpendidikan tinggi, mulai dari jenjang Diploma 4 (D4), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3).

Angka ini setara dengan 14,31 persen dari total pengangguran nasional, sekaligus mencatatkan rekor tertinggi dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Mantan politikus PSI tersebut menggarisbawahi bahwa porsi pengangguran terdidik ini mengalami lonjakan drastis jika dibandingkan dengan periode beberapa tahun sebelumnya.

“Pengangguran sarjana naik nyaris dua kali lipat dibanding tahun 2022, dari 7,98 persen menjadi 14,31 persen,” ungkap Guntur.

Berdasarkan laporan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS, persentase pengangguran memang masih didominasi oleh lulusan SMA dan SMK. Namun, tren peningkatan pengangguran dari kalangan berpendidikan tinggi yang telah menembus angka 1,03 juta orang menjadi alarm bahaya bagi dunia pendidikan dan ketenagakerjaan.

Tabel: Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Jenjang Pendidikan (Data BPS Mei 2026)

Jenjang Pendidikan TerakhirTingkat Pengangguran (%)Catatan Tren / Fenomena
SMK (Sekolah Menengah Kejuruan)7,68%Menyumbang porsi pengangguran tertinggi.
Universitas (D4, S1, S2, S3)6,09%Tembus 1,03 juta orang (naik pesat dibanding 2022).
Diploma (D1, D2, D3)4,75%Tantangan penyerapan tenaga kerja teknis terampil.
SMP (Sekolah Menengah Pertama)4,16%Dominasi sektor pekerja informal.
SD ke Bawah2,31%Mayoritas terserap di sektor lapangan kerja kasar/informal.

Selain persoalan tingginya angka pengangguran terbuka, fenomena lain yang tak kalah memprihatinkan adalah underemployment atau banyaknya lulusan perguruan tinggi yang terpaksa bekerja di bawah kualifikasi pendidikannya (mismatch).

Berdasarkan laporan Labor Market Brief yang dirilis oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), sejumlah program studi jenjang S1 menyumbang porsi terbesar terhadap surplus tenaga kerja yang tidak terserap secara optimal.

Banyaknya sarjana yang mengambil pekerjaan kasar atau tidak sesuai bidang keahlian menandakan belum terciptanya lapangan kerja berkualitas di dalam negeri.

Kondisi ini menuntut pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, baik pada sistem kurikulum pendidikan tinggi maupun strategi penciptaan lapangan kerja nasional agar selaras dengan kebutuhan industri.

Penulis

Related Articles

Back to top button