Gempa M 7,4 Guncang Kolombia: 111 Orang Tewas, Presiden Tinjau Lokasi

Wamanews.id, 11 Agustus 2026 – Bencana alam dahsyat melanda wilayah barat negara Kolombia. Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,4 menggetarkan wilayah tersebut pada Selasa pagi, 11 Juni 2026, sekitar pukul 07.34 waktu setempat. Guncangan keras ini mengakibatkan sedikitnya 111 orang meninggal dunia dan 87 lainnya mengalami luka-luka.
Pihak berwenang dan tim tanggap darurat saat ini tengah bekerja ekstra keras melakukan evakuasi korban serta menilai skala kerusakan infrastruktur yang tersebar di sejumlah kota terdampak.
Dahsyatnya guncangan gempa bumi ini tidak hanya meluluhlantakkan bangunan di Kolombia, tetapi juga dirasakan hingga ke negara tetangga Venezuela serta memicu evakuasi massal warga di sebagian wilayah Ekuador.
“Ada 111 korban tewas dan 87 orang terluka,” tegas Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella, memberikan laporan awal resmi mengenai dampak bencana musibah tersebut.
Berdasarkan laporan resmi dari badan survei geologi Amerika Serikat dan Kolombia, titik pusat gempa (episentrum) terdeteksi berada di departemen Chocó, tepatnya di kawasan San José del Palmar.
Kekuatan gempa tersebut sempat direvisi naik dari estimasi awal magnitudo 6,8 yang dirilis oleh Pusat Seismologi Eropa-Mediterania (EMSC) menjadi magnitudo 7,4.
Departemen Chocó menjadi salah satu wilayah dengan dampak kerusakan terparah. Di ibu kota departemen, Quibdó, dilaporkan banyak bangunan retak dan roboh yang menimbun warga.
Gubernur Chocó, Nubia Carolina Córdoba, mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas potensi munculnya gempa susulan yang dapat memperparah kerusakan.
“Kami baru saja mengalami peristiwa gempa bumi hebat di departemen Chocó. Kami mengkhawatirkan adanya gempa susulan. Meskipun pusat gempa berada di San José del Palmar, di ibu kota Quibdó terdapat korban luka dan kerusakan bangunan yang parah,” tulis Nubia melalui akun resminya di platform X.
Selain Chocó, kerusakan hebat dilaporkan meluas ke kota-kota besar lainnya seperti Cali, Pereira, dan Manizales. Di Manizales (Ibu Kota Departemen Caldas), sebuah gedung dilaporkan runtuh seketika saat warga berhamburan menyelamatkan diri. Sementara di Cali, rekaman video memperlihatkan kepanikan warga yang bergotong-royong menyisir reruntuhan bangunan guna mencari korban selamat.
Merespons tragedi kemanusiaan ini, Presiden Abelardo de la Espriella langsung mengambil langkah cepat dengan membentuk Pos Komando Terpadu di Badan Nasional Manajemen Risiko Bencana (UNGRD).
Presiden Espriella mengonfirmasi bahwa dirinya langsung terbang menuju kota Pereira untuk memimpin operasi penanganan bencana secara langsung di kawasan Coffee-Growers’ Axis (Poros Penghasil Kopi) dan wilayah terdampak lainnya.
“Saya telah membentuk Pos Komando Terpadu di UNGRD; dari sana, saya akan memimpin langsung upaya bantuan bagi masyarakat di Chocó, wilayah Poros Penghasil Kopi, dan seluruh daerah yang terdampak,” tegas Presiden de la Espriella dalam keterangannya.
Ia juga menyampaikan pesan solidaritas mendalam kepada seluruh rakyat Kolombia agar tetap tegar menghadapi cobaan berat ini.
“Kepada saudara-saudari sebangsa yang hari ini tengah berjuang di tengah duka, saya katakan kalian tidak sendiri. Presiden kalian hadir, peduli, dan akan bergerak habis-habisan untuk melindungi serta mendampingi kalian, seraya kita bersama bangkit dan membangun kembali daerah-daerah yang luka,” lanjutnya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan, tim medis, dan petugas pemadam kebakaran setempat terus memfokuskan pencarian korban di bawah runtuhan material bangunan seraya mendata total kerugian materiil.







