Sidrap Jadi Tuan Rumah Porsenijar PGRI Sulsel 2026, 70 Ribu Guru Siap Banjiri Bumi Nene Mallomo

Wamanews.id, 25 Juni 2026 – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang dikenal dengan julukan Bumi Nene Mallomo bersiap menjadi pusat perhatian di Sulawesi Selatan. Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan VII Tahun 2026 dipastikan akan digelar di kabupaten ini pada tanggal 2 hingga 6 Juli 2026 mendatang.
Ajang bergengsi yang berlangsung selama lima hari penuh ini bakal menjadi pesta akbar bagi para pahlawan tanpa tanda jasa. Tidak tanggung-tanggung, panitia pelaksana memprediksi sekitar 70 ribu peserta yang terdiri dari pengurus, anggota, serta simpatisan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dari 24 kabupaten dan kota se-Sulsel akan memadati Sidrap.
Gelaran akbar ini dijadwalkan dibuka secara resmi pada Kamis (2/7/2026). Uniknya, demi efisiensi waktu karena padatnya agenda, seluruh cabang yang dilombakan akan langsung dipertandingkan secara serentak di hari pertama pasca-pembukaan.
“Panitia memperkirakan tidak kurang dari 70 ribu anggota dan simpatisan PGRI akan memadati Sidrap, terutama saat momen pembukaan nanti,” ungkap Wakil Ketua Panitia Porsenijar, Nursalam, didampingi Sekretaris Suriadi, pada Rabu (24/6/2026).
Utusan terbaik PGRI dari berbagai daerah akan saling beradu prestasi dan kreativitas. Panitia telah menyusun jadwal pertandingan yang sangat padat, di mana kompetisi akan dimulai sejak pagi hari pukul 08.00 hingga 17.30 WITA, dan kemudian dilanjutkan pada sesi malam hari pukul 19.30 hingga 22.00 WITA.
Porsenijar VII ini mengusung konsep all-in dengan mengintegrasikan tiga pilar utama, yaitu olahraga, seni budaya, serta bidang pembelajaran. Secara total, terdapat 22 cabang lomba yang akan disebar di berbagai titik strategis di Kabupaten Sidrap agar kemeriahan acara dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat lokal.
Tabel: Daftar Cabang Lomba dan Lokasi Fasilitas Porsenijar VII 2026
| Kategori Ibadah/Lomba | Nama Cabang Lomba yang Dipertandingkan | Lokasi Fasilitas / Venue Pertandingan |
| Olahraga & Ketangkasan | Tenis Lapangan, Bola Voli (Putra/Putri) | Lapangan Peltu & Kodim 1420 |
| Tenis Meja | Aula Universitas Ichsan | |
| Futsal 1 & Futsal 2 | Lapangan Futsal Bambu Runcing Rappang | |
| Sepak Takraw, Petanque, Bola Voli | Stadion Ganggawa | |
| Bulu Tangkis | PBSI Sidrap, Gedung Masyarakat Pangkajene, Lapangan H Rizal Lanrang | |
| Catur | Aula SMPN 3 Pangkajene | |
| Pickleball | Lapangan Pickleball Rappang | |
| Seni, Budaya & Religi | Paduan Suara, Vocal Group | Aula Saromase SKPD |
| Nyanyi Solo, Tari Kreasi, Tari Tunggal, Mendongeng, Stand Up Comedy | Panggung Mogan / Monumen Ganggawa | |
| Melukis | Panggung Lapangan Upacara SKPD | |
| Ikrar Guru | Aula Perpustakaan Daerah | |
| Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) | Masjid Agung Sidrap | |
| Edukasi & Profesi | Lomba Pembelajaran Kreatif | Aula SMAN 2 Sidrap |
Pihak panitia menegaskan bahwa esensi utama dari Porsenijar PGRI ini bukan sekadar urusan menang atau kalah di arena pertandingan. Ajang ini merupakan ruang kultural bagi para guru untuk saling bertemu, bertukar gagasan inovatif, dan mengisi kembali energi positif setelah berbulan-bulan disibukkan dengan aktivitas belajar-mengajar di sekolah masing-masing.
“Porsenijar diharapkan melahirkan serta menumbuhkan energi positif di kalangan guru dan tenaga kependidikan. Ini bagian penting menguatkan raga, mengasah rasa, dan membangun guru yang berdaya,” jelas Nursalam optimis.
Di sisi lain, kehadiran puluhan ribu tamu ini menjadi berkah ekonomi tersendiri bagi sektor pariwisata dan kuliner di Sidrap. Panitia pun mengajak para peserta dari luar daerah untuk tidak melewatkan kesempatan mencicipi kuliner legendaris khas Sidrap, salah satunya adalah Nasu Palekko olahan daging bebek bercita rasa pedas menggigit yang dimasak menggunakan kuali tanah liat (palekko dalam bahasa Bugis).
Selain itu, jajanan tradisional seperti bolu cukke, roti berre, nennu-nennu, apang, cucuru, hingga dadara balanda siap memanjakan lidah para peserta selama lima hari mengenyam kebersamaan di ibu kota guru Sulawesi Selatan ini.







