Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Skandal Joki UTBK Unhas: Mahasiswi Kedokteran Jadi Tersangka Utama, Polisi Sebut Sindikat Terorganisir

Wamanews.id, 8 Mei 2025 – Sebuah sindikat joki Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar berhasil dibongkar oleh Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar. Dalam pengungkapan ini, seorang mahasiswi Kedokteran angkatan 2024, berinisial CAI (19), ditetapkan sebagai tersangka utama.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengungkapkan bahwa sindikat ini beroperasi secara terorganisir dan profesional. “Setiap orang memiliki peran spesifik,” ujar Arya dalam ekspose kasus di Mapolrestabes Makassar, Rabu (7/5/2025).

Sindikat ini menggunakan dua modus utama untuk memperdaya peserta ujian UTBK. Pertama, dengan menggantikan peserta ujian menggunakan joki. Kedua, dengan memasang aplikasi pengendali jarak jauh (remote access) pada komputer peserta ujian.

Dalam kasus ini, CAI berperan sebagai joki yang mengerjakan soal ujian yang dikirimkan melalui sistem remote access yang telah dipasang pada komputer ujian. Selain itu, CAI juga menyelesaikan soal-soal yang dikirimkan oleh tersangka AL (40), yang diketahui sebagai otak dari sindikat ini.

Selain CAI dan AL, terdapat empat tersangka lainnya yang terlibat dalam sindikat ini, yaitu MYI (28), I (32), MS (29), dan ZR (36). Masing-masing tersangka memiliki peran spesifik dalam menjalankan aksi mereka secara terorganisir dan profesional.

Sindikat joki UTBK ini mencoreng nama baik Unhas dan merusak integritas sistem seleksi masuk perguruan tinggi. Polisi menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap para pelaku untuk memberikan efek jera dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan di Indonesia.

Kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat dan calon peserta ujian untuk selalu menjaga integritas dan tidak terlibat dalam praktik curang yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Dengan terungkapnya kasus ini, diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk selalu menjaga kejujuran dan integritas dalam setiap aspek kehidupan, terutama dalam dunia pendidikan.

Penulis

Related Articles

Back to top button