Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Kabar Duka dari Tanah Suci: Jemaah Haji Lansia Usia 80 Tahun Asal Wajo Wafat di Makkah

Wamanews.id, 20 Mei 2026 – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka menyelimuti pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi bagi masyarakat Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Salah seorang jemaah haji lansia (lanjut usia) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) asal Bumi Lamaddukelleng dilaporkan tutup usia di Kota Suci Makkah Al-Mukarramah, Arab Saudi.

Jemaah yang wafat tersebut diketahui telah menginjak usia 80 tahun. Berdasarkan laporan medis awal dan informasi yang dihimpun dari petugas penanganan ibadah haji di lokasi, almarhum mengembuskan napas terakhirnya di tengah prosesi rangkaian ibadah tanah suci, di mana kondisi fisiknya menurun drastis diduga akibat kekambuhan penyakit asma yang dideritanya.

Meninggalnya jemaah haji tertua atau lansia di tanah suci ini menjadi perhatian serius tim medis maktab dan sektor setempat. Perubahan suhu dan cuaca yang cukup kontras antara Indonesia dan Arab Saudi, dikombinasikan dengan padatnya aktivitas fisik selama pra-puncak haji, disinyalir menjadi faktor pemicu utama kelelahan yang memperberat gangguan pernapasan almarhum.

Sebelum dinyatakan wafat, almarhum sempat mendapatkan penanganan darurat dari tim medis Kloter dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang bersiaga di pemondokan. Petugas medis telah mengupayakan pemberian bantuan oksigen serta obat-obatan asma guna menstabilkan sistem pernapasannya. Namun, karena faktor usia yang telah sepuh serta komplikasi kelelahan fisik, nyawa jemaah asal Kabupaten Wajo tersebut tidak dapat tertolong lagi.

Pihak Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan bahwa seluruh prosedur administrasi pengurusan jenazah, mulai dari penerbitan Certificate of Death (COD) atau surat kematian dari otoritas medis setempat, pemandian, hingga proses pemakaman akan diurus sepenuhnya oleh pemerintah Indonesia bersama pihak maktab di Makkah.

Menanggapi peristiwa duka ini, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wajo beserta PPIH terus mengimbau kepada seluruh jemaah haji Indonesia, khususnya yang berada di kloter yang sama dengan almarhum, untuk lebih mawas diri dan tidak memaksakan aktivitas ibadah sunnah secara berlebihan di luar pemondokan atau hotel menjelang puncak masa Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kelompok jemaah yang masuk dalam kategori Risiko Tinggi (Risti) seperti lansia di atas 65 tahun atau mereka yang memiliki riwayat penyakit bawaan (komorbid) kronis seperti asma, diabetes, jantunng, dan hipertensi, diminta untuk memperbanyak istirahat di dalam kamar yang sejuk. Jemaah juga disarankan untuk rutin mengonsumsi air minum agar terhindar dari dehidrasi, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghalau debu, serta selalu berkoordinasi dengan ketua rombongan maupun tim medis kloter jika merasakan gejala gangguan kesehatan sedini mungkin.

Sesuai dengan regulasi yang berlaku, bagi jemaah haji yang wafat di tanah suci sebelum sempat melaksanakan wukuf di Arafah, pemerintah Indonesia melalui Kemenag dipastikan akan memfasilitasi program badal haji secara gratis tanpa dipungut biaya tambahan, sebagai wujud pemenuhan hak spiritual almarhum.

Kepergian almarhum di tanah suci diyakini oleh masyarakat sebagai akhir hidup yang mulia (husnul khatimah). Semoga keluarga yang ditinggalkan di Kabupaten Wajo diberikan ketabahan dan keikhlasan yang mendalam atas ketetapan ini.

Penulis

Related Articles

Back to top button