Minim Armada! 3 dari 17 Mobil Damkar Wajo Rusak, Warga Khawatir Penanganan Kebakaran Lambat

Wamanews.id, 12 Mei 2025-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo mengklaim memiliki 17 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar)yang tersebar di beberapa kecamatan.
Namun dari jumlah tersebut, 3 unit di antaranya mengalami kerusakan ringan, dan distribusi armada dinilai masih belum merata, memicu kekhawatiran warga akan potensi keterlambatan penanganan kebakaran di wilayah yang belum terjangkau.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Wajo, Ariadi, saat ditemui wartawan. la mengatakan bahwa armada Damkar tersebut tersebar hanya di 6 dari 14 kecamatan yang ada di Wajo.
“lya, kami punya 17 unit mobil damkar yang tersebar di sejumlah kecamatan. Tapi hanya ada di enam kecamatan. Di posko induk Tempe ada 11 unit, posko Pitumpanua 2 unit, dan masing-masing satu unit di Belawa, Maniangpajo, Bola, dan Majauleng,” ujarnya.
Sayangnya, tiga unit dari total 17 kendaraan tersebut mengalami kerusakan ringan. Meski tidak mengganggu secara signifikan, kondisi ini menjadi sorotan mengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam penanganan kebakaran yang membutuhkan respons cepat dan efektif.
“Ada tiga unit yang mengalami kerusakan ringan. Namun selebihnya masih dalam kondisi baik dan siap digunakan,” tambah Ariadi.
Sementara itu, keberadaan armada damkar yang belum menjangkau seluruh kecamatan menimbulkan kekhawatiran dari warga.
Salah satu warga Kecamatan Tempe, Andi Akmal, menyampaikan kritik terhadap minimnya jumlah dan distribusi armada pemadam kebakaran di daerahnya.
“17 unit itu masih kurang, apalagi Wajo luasnya mencapai 2.506 km². Kalau terjadi kebakaran di kecamatan yang tidak punya mobil darmkar, pasti akan terlambat penanganannya. Belum lagi beberapa akses jalan juga rusak,” keluhnya.
Menurut Andi Akmal, idealnya setiap kecamatan memiliki setidaknya satu unit mobil damkar. Dengan begitu, respons terhadap insiden kebakaran bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran, serta meminimalkan risiko kerugian harta benda maupun korban jiwa.
“Harusnya setiap kecamatan punya satu. Kalau tidak, ya kita tetap tertinggal dalam urusan respons darurat,” tegasnya.
Posko induk Damkar Kabupaten Wajo sendiri terletak di Kecamatan Tempe, tepatnya di Jalan Andi Palla warukka, Sengkang. Posko ini menjadi pusat pengendali utama operasi pemadaman kebakaran di wilayah Wajo.
Distribusi mobil damkar yang belum merata ini mencerminkan tantangan logistik dan anggaran yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.
Dengan luas wilayah yang cukup besar dan infrastruktur yang belum merata, akses ke titik-titik kebakaran bisa memakan waktu, terutama di wilayah terpencil.
Kondisi ini menjadi penting untuk segera ditindaklanjuti, terutama di musim kemarau yang biasanya rawan terjadi kebakaran hutan, lahan, maupun pemukiman.
Minimnya armada pemadam kebakaran yang siap pakai bisa berujung pada lambatnya penanggulangan dan meningkatnya risiko kerugian.
Beberapa warga juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius mengalokasikan anggaran pengadaan armada damkar dan peningkatan kualitas SDM-nya.
Mereka berharap ada program yang memastikan setiap kecamatan memiliki unit damkar yang memadai, lengkap dengan personel terlatih dan peralatan yang layak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Bupati Wajo terkait rencana penambahan armada damkar atau perbaikan pada unit yang mengalami kerusakan.





