Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Prestasi Nasional! Wajo Tuai Apresiasi BKKBN di Harganas Ke-32, Angka Stunting Turun Drastis

Wamanews.id, 28 Juli 2025 – Kabupaten Wajo kembali menorehkan catatan gemilang di kancah nasional, khususnya dalam upaya pembangunan keluarga dan kependudukan. Pada gelaran Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 yang puncaknya diselenggarakan di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (27/7/2025), Pemerintah Kabupaten Wajo berhasil meraih penghargaan bergengsi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Kependudukan dan Kepala BKKBN Wihaji.

Delegasi dari Wajo yang hadir langsung menerima apresiasi tersebut adalah Bupati Wajo, H. Andi Rosman, didampingi Wakil Bupati Wajo dr. H. Baso Rahmanuddin, dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo, Hj. Fatmawati A. Rosman. 

Kehadiran jajaran pimpinan ini bukan hanya simbolis, melainkan representasi dari komitmen kuat Pemkab Wajo dalam mendukung dan mengimplementasikan program-program kependudukan dan pembangunan keluarga secara progresif.

Apresiasi dari BKKBN ini diberikan berdasarkan sejumlah capaian luar biasa yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Wajo. Indikator-indikator ini mencerminkan keberhasilan Pemkab dalam menerjemahkan kebijakan nasional menjadi aksi nyata di lapangan:

  1. Integrasi Program Bangga Kencana dalam Perencanaan Daerah: Wajo menunjukkan komitmen yang tinggi dengan mengintegrasikan indikator Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) secara ekstensif ke dalam dokumen RPJMD dan Renstra 2025–2030, menjadikannya salah satu daerah dengan indikator terbanyak. Ini mengindikasikan bahwa program keluarga berencana adalah prioritas utama dalam pembangunan jangka menengah daerah.
  2. Penurunan Angka Stunting yang Signifikan: Salah satu pencapaian paling menonjol adalah penurunan angka stunting sebesar 6,9%. Angka ini menempatkan Wajo sebagai daerah dengan penurunan stunting tertinggi ketiga di Sulawesi Selatan, menunjukkan efektivitas program intervensi gizi dan kesehatan yang dilaksanakan.
  3. Prevalensi Stunting Terendah Kedua di Sulsel: Dengan capaian prevalensi stunting sebesar 20,5%, Wajo berhasil menempati posisi terendah kedua di Sulawesi Selatan. Angka ini menjadi bukti konkret bahwa upaya pencegahan stunting di Wajo membuahkan hasil yang sangat positif, berkontribusi pada peningkatan kualitas generasi masa depan.
  4. Optimalisasi Program Quick Wins BKKBN: Pemkab Wajo juga diakui atas implementasi optimal program-program quick wins dari BKKBN, yang dirancang untuk memberikan dampak cepat dan terukur pada kesejahteraan keluarga.
  5. Dukungan Penuh pada Penguatan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga: Komitmen Wajo meluas pada dukungan menyeluruh terhadap kebijakan yang bertujuan memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas hidup, dan mewujudkan kesejahteraan keluarga secara holistik.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Andi Rosman tak henti-hentinya menyampaikan rasa syukur atas pengakuan yang diterima Pemkab Wajo. Beliau menegaskan bahwa penghargaan ini adalah cerminan dari kerja keras bersama dan semangat kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak. “Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Wajo. Ini adalah hasil sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh mitra pembangunan. 

Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan program keluarga berencana dan penurunan stunting secara berkelanjutan,” ujar Bupati Rosman, menandaskan bahwa pencapaian ini adalah milik seluruh elemen masyarakat Wajo. Ini juga menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan bekerja lebih keras.

Kehadiran jajaran pimpinan Pemkab Wajo di peringatan Harganas ini juga menjadi penegas komitmen daerah dalam mempercepat pencapaian target nasional, terutama di sektor pembangunan keluarga yang menjadi fondasi utama pembangunan bangsa.

Acara Harganas ke-32 ini turut dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk sejumlah kepala daerah se-Sulsel, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan instansi vertikal, serta mitra kerja di bidang kependudukan dan keluarga berencana. 

Keberhasilan Wajo diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam membangun keluarga yang berkualitas dan masyarakat yang sejahtera.

Penulis

Related Articles

Back to top button