Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Mudik PLN 2026: Gubernur Sulsel Lepas 500 Peserta, Ada yang 7 Tahun Tak Pulang! 

Wamanews.id, 16 Maret 2026 – Suasana haru dan penuh antusiasme menyelimuti Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, pada Minggu pagi (15/3/2026). Ratusan pejuang rantau berkumpul dengan barang bawaan mereka, bersiap mengarungi lautan untuk kembali ke pelukan keluarga. Momen ini menandai pelepasan resmi 500 pemudik dalam program “Mudik Aman Berbagi Harapan” yang diinisiasi oleh PT PLN (Persero).

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, hadir langsung untuk melepas para peserta mudik jalur laut tersebut. Program ini merupakan kolaborasi apik di bawah naungan BUMN Danantara, yang dimotori oleh PLN UID Sulselrabar bersama Pelindo dan Telkom, guna membantu masyarakat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan bahwa mudik telah menjadi urat nadi budaya masyarakat Indonesia yang tidak bisa dipisahkan dari perayaan hari raya. Baginya, perjalanan ini bukan sekadar berpindah tempat, melainkan sebuah misi suci menjemput rindu.

“Mudik tidak sekadar perjalanan pulang ke kampung halaman, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali bersua dengan keluarga. Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT PLN, Pelindo, dan Telkom yang menghadirkan program ini bagi masyarakat kita,” ujar Andi Sudirman.

Gubernur juga menitipkan pesan penting bagi para pemudik. Beliau mengingatkan agar para peserta senantiasa menjaga kondisi kesehatan selama di kapal, mematuhi instruksi keselamatan kru pelayaran, serta menjaga ketertiban umum agar perjalanan tetap terasa nyaman bagi semua pihak hingga tiba di dermaga tujuan.

Salah satu momen yang paling menyentuh hati dalam acara pelepasan tersebut adalah ditemukannya seorang peserta yang telah menahan rindu selama tujuh tahun. Warga asal Sulawesi Selatan tersebut mengaku tidak bisa pulang selama bertahun-tahun karena kendala biaya dan pekerjaan. Melalui program Mudik Gratis PLN ini, penantian panjangnya untuk bertemu orang tua akhirnya terwujud.

General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulselrabar, Edyansyah, mengakui bahwa cerita-cerita seperti inilah yang menjadi bensin bagi PLN untuk terus melanjutkan program ini setiap tahunnya.

“Tadi kita menyaksikan ada warga yang selama tujuh tahun belum pernah berkumpul bersama keluarga. Program ini membuatnya sangat terharu karena akhirnya bisa kembali bertemu. Ini menjadi momen yang sangat berarti bagi para pemudik,” ungkap Edyansyah dengan nada empati.

Program yang sudah konsisten berjalan sejak tahun 2019 ini mencatatkan jumlah peminat yang terus meningkat. Untuk tahun 2026, terdapat 500 pemudik yang diberangkatkan dari Makassar dengan pembagian rute sebagai berikut:

  • Rute Makassar–Surabaya: 415 pemudik.
  • Rute Makassar–Baubau: 85 pemudik (dijadwalkan berangkat pada 19 Maret 2026).

Pemilihan rute Surabaya didasarkan pada tingginya minat masyarakat yang merantau di Makassar namun berasal dari wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Edyansyah menjelaskan bahwa seluruh peserta merupakan masyarakat umum yang mendaftar melalui aplikasi PLN Mobile, dengan kriteria prioritas bagi warga yang secara finansial membutuhkan dukungan untuk mudik.

Di penghujung acara, PLN tidak lupa memberikan edukasi praktis bagi para pemudik yang akan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Keamanan kelistrikan menjadi hal vital agar ibadah lebaran di kampung halaman tetap tenang tanpa was-was akan risiko kebakaran.

Edyansyah mengimbau masyarakat untuk memperhatikan beberapa poin utama sebelum mengunci pintu rumah:

  1. Cabut Stop Kontak: Pastikan tidak ada perangkat elektronik yang masih terhubung pada steker jika tidak digunakan.
  2. Matikan Peralatan Tidak Penting: Matikan lampu yang tidak diperlukan atau gunakan sensor cahaya jika memungkinkan.
  3. Minimalisir Beban: Mengurangi beban listrik dapat mencegah terjadinya panas berlebih (overheat) pada instalasi rumah yang sudah berumur.

“Dengan memperhatikan keamanan listrik, masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman dan tenang. Kami dari PLN akan terus berupaya menyesuaikan anggaran di masa depan jika minat masyarakat semakin besar, agar lebih banyak warga yang bisa terfasilitasi,” tutup Edyansyah.

Penulis

Related Articles

Back to top button