Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Tragedi Berdarah Bekasi Timur: Korban Tewas Bertambah Jadi 15 Orang, AHY Targetkan Jalur Pulih Malam Ini

Wamanews.id, 29 April 2026 – Kondisi pasca-kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur memasuki babak baru yang memilukan. Hingga Selasa (28/4/2026) siang, data korban jiwa dilaporkan terus merangkak naik, sementara pemerintah pusat mulai turun tangan untuk mempercepat normalisasi urat nadi transportasi massal tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung titik koordinat kecelakaan untuk memastikan proses evakuasi berjalan sesuai target. Di tengah puing-puing gerbong yang masih berserakan, AHY memberikan instruksi tegas agar jalur Bekasi–Cikarang dapat segera difungsikan kembali.

Kabar duka semakin mendalam setelah Polda Metro Jaya merilis pembaruan data korban per Selasa pagi. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia kini mencapai 15 orang.

Rincian sebaran jenazah korban tersebar di beberapa rumah sakit, yakni 10 jenazah di RS Polri, 3 jenazah di RSUD Bekasi, satu jenazah di RSU Bella, dan satu jenazah di RS Mitra Keluarga. Selain korban jiwa, sebanyak 76 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di berbagai fasilitas kesehatan.

“Data ini masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses identifikasi serta pendataan yang terus dilakukan oleh tim di lapangan,” ungkap Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya.

Di lokasi kejadian, Menko AHY tampak berdiskusi serius dengan jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI). Ia menyatakan optimisme bahwa normalisasi jalur, perbaikan sistem persinyalan, serta pemulihan Listrik Aliran Atas (LAA) dapat rampung sebelum hari berganti.

“Tadi saya mendapat penjelasan dari jajaran KAI, sebetulnya diharapkan sekitar jam 16.00 hingga 17.00 WIB hari ini bisa normalisasi, dan malam harinya perjalanan kereta api bisa normal lagi,” ujar AHY saat meninjau Stasiun Bekasi Timur, Selasa siang.

Meski demikian, AHY tidak menampik bahwa realita di lapangan cukup berat. Kerusakan parah pada badan kereta KRL membutuhkan alat berat dan ketelitian ekstra agar tidak merusak prasarana rel lebih lanjut. Ia mengakui bahwa pemulihan jalur ini merupakan upaya besar yang membutuhkan kerja keras ratusan petugas di lapangan.

Secara terpisah, Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai kendala teknis yang dihadapi. Saat ini, aliran listrik di jalur tersebut dipadamkan total demi keselamatan petugas evakuasi. Akibatnya, layanan KRL untuk sementara hanya dapat beroperasi hingga Stasiun Bekasi.

“Kami upayakan hari ini bisa diselesaikan evakuasinya, sehingga besok bisa berjalan normal kembali,” kata Anne.

Setelah seluruh bangkai kereta berhasil dipindahkan, pihak KAI masih harus melakukan uji kelayakan pada sistem persinyalan dan kelistrikan. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan perjalanan kereta berikutnya agar tragedi serupa tidak terulang kembali. “Pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana adalah prosedur wajib sebelum layanan kembali normal sepenuhnya,” tambahnya.

Masyarakat pengguna jasa kereta api, khususnya warga Bekasi dan Cikarang, sangat menantikan pulihnya jalur ini. Tragedi ini tidak hanya menyisakan trauma mendalam bagi para korban, tetapi juga menjadi pukulan telak bagi sistem keamanan transportasi kereta api nasional di tahun 2026.

Hingga berita ini diturunkan, ambulans masih tampak sesekali melintas di sekitar Stasiun Bekasi Timur, sementara keluarga korban mulai mendatangi rumah sakit untuk proses identifikasi jenazah. Penyelidikan mengenai penyebab pasti tabrakan terus berlanjut, sembari petugas berpacu dengan waktu untuk memulihkan mobilitas warga. 

Penulis

Related Articles

Back to top button