BBM Langka di Wajo, Warga Resah Hingga Rela Kendaraan Menginap di SPBU

Wamanews.id, 2 September 2026 – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda wilayah Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, kian memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat. Kondisi pasokan BBM yang tersendat membuat antrean panjang kendaraan tak terhindarkan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau Pertamina di kawasan tersebut.
Krisis pasokan energi ini memaksa warga masyarakat, mulai dari pengemudi angkutan umum, pengendara mobil pribadi, hingga para pengguna sepeda motor, mengantre hingga berjam-jam demi mendapatkan alokasi BBM. Bahkan, tidak sedikit pemilik kendaraan yang terpaksa meninggalkan kendaraan mereka untuk bermalam di area SPBU agar bisa mendapatkan urutan depan saat pasokan BBM tiba.
Fenomena mengularnya kendaraan hingga memakan sebagian bahu jalan raya ini berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi SPBU dan melumpuhkan efisiensi mobilitas harian warga.
Jeritan dan kekecewaan warga kian menguat seiring belum adanya kepastian terkait normalisasi pasokan BBM dari pihak terkait. Sejumlah warga mengaku tidak memiliki pilihan lain selain memarkir kendaraan mereka sejak malam hari di area SPBU. Langkah nekad ini diambil karena rasa khawatir tidak akan kebagian BBM jika baru datang pada pagi atau siang hari.
Bagi masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian harian pada sektor transportasi dan distribusi logistik seperti sopir truk, pengemudi angkutan daerah, serta ojek online situasi kelangkaan BBM ini memberikan pukulan telak. Produktivitas harian mereka merosot drastis lantaran sebagian besar waktu habis terbuang hanya untuk mengantre di SPBU.
Penumpukan kendaraan di area SPBU tidak hanya memicu gangguan lalu lintas, tetapi juga memicu ketegangan antarpengendara yang mengantre. Rasa lelah dan ketakutan kehabisan kuota BBM membuat suasana di sekitar lokasi pengisian bahan bakar menjadi sangat sensitif dan rentan konflik.
Dampak sistematis dari kelangkaan BBM di Kabupaten Wajo kini mulai merembet ke sektor pergerakan ekonomi daerah. Para pedagang, petani yang membutuhkan bahan bakar untuk mesin mesin pertanian, hingga pekerja kantoran mengaku sangat terhambat dalam mengurus rutinitas harian mereka.
Kondisi pasokan BBM yang minim ini memicu desakan kuat dari masyarakat kepada pemerintah daerah setempat dan pihak PT Pertamina (Persero) untuk segera mengambil langkah konkret. Warga meminta adanya pengawasan ketat di lapangan guna memastikan tidak terjadi praktik penimbunan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi sulit ini demi keuntungan pribadi.
Masyarakat Kabupaten Wajo berharap Pemkab Wajo bersama pihak Pertamina dapat segera turun tangan melakukan operasi pasar atau memberikan tambahan suplai pasokan BBM ke SPBU setempat. Langkah cepat dan transparan sangat dibutuhkan agar kondisi ketahanan energi di wilayah Wajo kembali normal, sehingga aktivitas perekonomian warga tidak semakin terpuruk.







