Kemenag Gelar Sidang Isbat 17 Februari, Ini Daftar 96 Titik Hilal!

Wamanews.id, 14 Februari 2026 – Hilal bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah mulai dinanti oleh jutaan umat Muslim di pelosok negeri. Memasuki pertengahan Februari 2026, pertanyaan mengenai “kapan mulai puasa?” menjadi topik hangat di meja makan hingga ruang digital. Untuk menjawab keraguan tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menjadwalkan Sidang Isbat guna menetapkan awal Ramadhan 2026 secara resmi dan transparan.
Berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam), Sidang Isbat penetapan awal puasa tahun ini akan dilaksanakan pada Selasa, 17 Februari 2026. Acara krusial ini akan dipusatkan di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Pemerintah Indonesia tetap konsisten menggunakan metode integrasi antara Hisab (perhitungan astronomi) dan Rukyah(pengamatan langsung di lapangan). Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketepatan waktu ibadah sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004.
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang akan dibagi menjadi tiga agenda utama:
- Pemaparan Posisi Hilal: Penjelasan data astronomi mengenai posisi bulan saat matahari terbenam.
- Verifikasi Lapangan: Laporan hasil pengamatan langsung dari 96 titik pemantauan di seluruh Indonesia.
- Musyawarah dan Pengumuman: Pengambilan keputusan bersama ormas Islam, ahli falak, BMKG, dan perwakilan negara sahabat yang kemudian diumumkan secara terbuka kepada masyarakat.
Bagi Anda yang menyukai data teknis, hasil perhitungan hisab memberikan gambaran awal yang menarik. Perlu dicatat bahwa ijtimak (konjungsi) menjelang Ramadhan 1447 H diperkirakan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, sekitar pukul 19.01 WIB.
Secara teoritis, posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berada pada posisi yang cukup rendah, yakni berkisar antara -2° 24′ 42″ hingga -0° 58′ 47″. Sudut elongasinya pun berada di angka 0° 56′ 23″ hingga 1° 53′ 36″.
Berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), posisi ini secara ilmiah belum memenuhi syarat minimal terlihatnya hilal.
Kondisi ini membuka potensi terjadinya perbedaan awal puasa, di mana organisasi Muhammadiyah sebelumnya telah memprediksi 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Namun, keputusan akhir tetap menunggu hasil rukyatul hilal di lapangan.
Kemenag tidak main-main dalam melakukan verifikasi. Sebanyak 96 titik pengamatan telah disiapkan dari Aceh hingga Papua. Berikut adalah beberapa titik pantauan utama di berbagai wilayah:
Wilayah Sumatera:
- Aceh: Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, Lhoknga.
- Sumatera Utara: Lantai IX Kantor Gubernur Sumut.
- Sumatera Barat: Puncak Langkisau Pesisir Selatan, Bukit Gado-Gado Padang.
- Kepulauan Riau: Pantai Tanjung Setumu, Tanjungpinang.
Wilayah Jawa & Bali:
- DKI Jakarta: Masjid Raya Hasyim Asyari, Monas, Pulau Karya.
- Jawa Barat: Astha Hannas Subang.
- Jawa Tengah: Planetarium UIN Walisongo Semarang, Menara Pandang Purwokerto.
- DI Yogyakarta: POB Syekh Belabelu Bantul.
- Jawa Timur: Pantai Srau Pacitan, Puncak Bukit Banjarsari Blitar, Pantai Duta Probolinggo.
- Bali: Pantai Sekeh, Kuta Selatan.
Wilayah Kalimantan & Sulawesi:
- Kalimantan Barat: Pantai Indah Kakap, Kubu Raya.
- Kalimantan Timur: Menara Asmaul Husna Islamic Center Samarinda.
- Sulawesi Selatan: Unismuh Makassar, Kemenag Parepare.
- Sulawesi Utara: Megamas Manado.
Wilayah Timur Indonesia:
- NTB: POB Desa Teniga, Lombok Utara.
- NTT: Gedung Pelayanan BMKG Kupang.
- Maluku: Karpan Ambon.
- Papua: Pantai Lampu Satu Merauke.
- Papua Barat: Pantai Masni Manokwari.
Meski prediksi hisab telah tersedia, Abu Rokhmad mengajak seluruh umat Islam untuk tetap bersabar dan menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.
“Sidang isbat adalah forum penting yang mengedepankan kehati-hatian, keilmuan, dan kebersamaan. Kami berupaya memastikan penetapan dilakukan secara ilmiah dan transparan,” ujarnya.
Sembari menunggu ketukan palu dari Menteri Agama, ini adalah waktu yang tepat bagi masyarakat untuk mulai mempersiapkan diri secara spiritual dan fisik. Apapun hasil sidangnya nanti, esensi Ramadhan sebagai bulan penuh berkah dan persatuan tetap menjadi yang utama.







