Ini 6 Amalan Sunnah Bulan Dzulhijjah Beserta Dalilnya untuk Raih Pahala Berlipat

Wamanews.id, 15 Mei 2026 – Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan dalam kalender Hijriah. Keistimewaan sepuluh hari pertama di bulan ini bahkan disebut-sebut sebagai hari-hari terbaik sepanjang tahun, yang pahala amalan di dalamnya mampu menandingi jihad di jalan Allah. Bagi umat Muslim, momentum ini adalah kesempatan emas untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya melalui berbagai amalan sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.
Agar ibadah kita memiliki landasan yang kuat, penting untuk memahami jenis-jenis amalan beserta dalil yang mendasarinya. Berikut adalah enam amalan utama yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan Dzulhijjah:
1. Melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah
Amalan paling utama di bulan Dzulhijjah tentu saja adalah menunaikan rukun Islam kelima bagi mereka yang mampu. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda bahwa umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa, dan haji yang mabrur tidak memiliki balasan lain kecuali surga.
2. Puasa Sunnah (Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah)
Bagi umat Muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, berpuasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah sangat dianjurkan. Khususnya Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah yang memiliki keutamaan luar biasa. Berdasarkan hadis riwayat Muslim, puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
3. Memperbanyak Zikir (Tahmid, Tahlil, dan Takbir)
Umat Muslim diperintahkan untuk memperbanyak menyebut nama Allah selama hari-hari tersebut. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Hajj ayat 28 yang memerintahkan hamba-Nya untuk menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan. Mengucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaha illallah,dan Allahu Akbar harus menjadi penghias lisan di setiap waktu.
4. Melaksanakan Ibadah Kurban
Kurban adalah amalan yang paling dicintai Allah pada hari raya Idul Adha. Selain sebagai bentuk ketaatan atas peristiwa Nabi Ibrahim AS, kurban juga menjadi sarana berbagi kepada sesama. Dalilnya terdapat dalam QS. Al-Kautsar ayat 2: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.”
5. Menunaikan Shalat Idul Adha
Melaksanakan shalat Id secara berjamaah merupakan bagian dari syiar Islam yang sangat ditekankan. Shalat ini menjadi penanda dimulainya waktu penyembelihan hewan kurban dan momentum untuk mempererat ukhuwah islamiyah antar sesama muslim di lingkungan tempat tinggal.
6. Bertaubat dan Meninggalkan Kemaksiatan
Mengingat Dzulhijjah adalah bulan yang suci, setiap perbuatan baik akan dilipatgandakan pahalanya, namun sebaliknya, perbuatan dosa juga memiliki konsekuensi yang lebih berat. Oleh karena itu, menjauhi maksiat dan memperbanyak istighfar menjadi amalan batin yang sangat krusial.
Tabel: Ringkasan Keutamaan Amalan Dzulhijjah
| Amalan Utama | Waktu Pelaksanaan | Keutamaan Berdasarkan Dalil |
| Puasa Arafah | 9 Dzulhijjah | Menghapus dosa 2 tahun (lalu & akan datang). |
| Ibadah Kurban | 10-13 Dzulhijjah | Amalan yang paling dicintai Allah di hari Nahr. |
| Zikir & Takbir | 1-13 Dzulhijjah | Menghidupkan syiar dan mengingat kebesaran Allah. |
| Haji Mabrur | Bulan Dzulhijjah | Balasannya adalah Surga. |
| Taubat Nasuha | Setiap Saat | Menjaga kesucian bulan haram. |
Para ulama bersepakat bahwa sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan hari-hari lainnya, bahkan lebih utama dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dalam hal siang harinya. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika waktu-waktu tersebut berlalu tanpa adanya peningkatan kualitas ibadah.
Mari jadikan bulan Dzulhijjah tahun ini sebagai ajang transformasi diri ke arah yang lebih baik. Dengan menjalankan amalan-amalan di atas secara ikhlas dan sesuai tuntunan, semoga kita termasuk golongan hamba yang mendapatkan ridha dan ampunan-Nya.





