Paradoks Kabupaten Wajo: Masuk Daftar Terkaya Sulsel

Wamanews.id, 14 Agustus 2025 – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan baru-baru ini merilis data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) untuk Triwulan I tahun 2025. PDRB merupakan salah satu indikator utama yang digunakan untuk mengukur kinerja perekonomian suatu daerah.
Angka PDRB per kapita, khususnya, seringkali menjadi tolok ukur untuk menentukan seberapa makmur atau kaya suatu kabupaten/kota. Berdasarkan data terbaru ini, terungkap lima kabupaten terkaya di Sulawesi Selatan, yang salah satunya menyajikan fakta menarik yang cukup menjadi perhatian publik.
PDRB per kapita adalah nilai total barang dan jasa yang diproduksi di suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, dibagi dengan jumlah penduduk daerah tersebut. Angka yang tinggi menunjukkan bahwa rata-rata penduduk di daerah tersebut memiliki pendapatan dan daya beli yang lebih baik.
Menariknya, salah satu daerah yang masuk dalam daftar lima kabupaten terkaya ini adalah Kabupaten Wajo. Daerah berjuluk “Kota Sutra” ini dipimpin oleh sosok yang menarik perhatian, yaitu Bupati Andi Rosman.
Mayoritas kekayaannya berasal dari aset tanah dan bangunan serta alat transportasi. Meskipun memiliki harta pribadi yang relatif sederhana, kepemimpinannya berhasil membawa Wajo menorehkan prestasi ekonomi yang membanggakan.
Berikut adalah daftar 5 kabupaten terkaya di Sulawesi Selatan pada tahun 2025, berdasarkan data PDRB per kapita dari BPS:
1. Kabupaten Bone
Daerah yang dikenal dengan julukan “Bumi Arung Palakka” ini menempati posisi teratas sebagai kabupaten terkaya di Sulawesi Selatan. Dengan PDRB per kapita mencapai Rp13.120,97, Kabupaten Bone menunjukkan dominasinya sebagai pusat ekonomi utama di wilayah tersebut. Kekuatan ekonomi Bone sebagian besar ditopang oleh sektor pertanian dan perkebunan yang maju, serta industri pengolahan yang terus berkembang. Keberhasilan ini menempatkan Bone di puncak daftar dan menjadi panutan bagi daerah lain.
2. Kabupaten Pangkep
Berada di urutan kedua, Kabupaten Pangkep dikenal sebagai “Kota Bandeng” berkat budidaya ikan bandeng tanpa duri yang disebut “Baduri”. Dengan PDRB per kapita sebesar Rp9.056,32, Pangkep membuktikan bahwa sektor perikanan dan kelautan memiliki peran krusial dalam menggerakkan perekonomian daerah. Inovasi produk perikanan seperti ikan bandeng tanpa duri menjadi salah satu daya tarik utama yang meningkatkan nilai tambah ekonomi Pangkep.
3. Kabupaten Gowa
Menempati posisi ketiga, Kabupaten Gowa mencatatkan PDRB per kapita sebesar Rp7.719,00pada Triwulan I 2025. Prestasi ini tidak lepas dari sektor pertaniannya yang sangat produktif. Pada tahun 2023, Gowa dinobatkan sebagai daerah penghasil padi terbesar di Sulawesi Selatan, menunjukkan keberhasilan Gowa dalam mengoptimalkan potensi lahan pertaniannya. Gowa berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan sektor agraris yang menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat.
4. Kabupaten Wajo
Kabupaten Wajo berhasil menempati urutan keempat sebagai kabupaten terkaya. Dikenal dengan julukan “Kota Sutra”, Wajo mencatatkan PDRB per kapita sebesar Rp6.951,51. Prestasi ini menunjukkan bahwa potensi ekonomi di bidang pertanian dan industri kreatif, seperti tenun sutra, sangat kuat dan mampu menjadi pendorong utama kesejahteraan masyarakatnya.
5. Kabupaten Pinrang
Posisi kelima diisi oleh Kabupaten Pinrang, yang memiliki PDRB per kapita sebesar Rp6.178,73. Pinrang dikenal luas sebagai “Lumbung Beras Sulawesi Selatan” karena produksi pertanian, khususnya beras, yang sangat melimpah. Kontribusi besar sektor pertanian ini menjadikannya salah satu pilar ekonomi yang kokoh di provinsi tersebut.
Secara keseluruhan, data BPS ini memberikan gambaran yang jelas mengenai kekuatan ekonomi masing-masing kabupaten di Sulawesi Selatan. Keberhasilan mereka tidak hanya didorong oleh sektor tertentu, tetapi juga oleh kepemimpinan yang efektif, seperti yang ditunjukkan oleh Kabupaten Wajo, yang berhasil mengoptimalkan potensi daerahnya.







