Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Profil Menteri PPPA Arifah Fauzi: Tokoh NU Tulen yang Usulkan Gerbong KRL Perempuan Pindah ke Tengah 

Wamanews.id, 30 April 2026 – Nama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna transportasi publik. Hal ini dipicu oleh pernyataannya yang mengusulkan evaluasi mendasar terhadap tata letak gerbong khusus perempuan di rangkaian KRL Commuter Line.

Usulan tersebut mencuat saat ia mengunjungi para korban luka dalam tragedi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026). Menteri yang akrab disapa Arifah Fauzi ini meminta agar posisi gerbong perempuan yang selama ini berada di ujung depan dan belakang rangkaian kereta, dipindahkan ke bagian tengah.

Kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) menjadi latar belakang kuat di balik usulan ini. Dalam insiden tersebut, bagian belakang KRL yang merupakan area gerbong khusus perempuan mengalami kerusakan yang sangat parah setelah dihantam oleh lokomotif KA jarak jauh.

Arifah menilai, penempatan gerbong di ujung rangkaian yang awalnya dimaksudkan untuk kenyamanan agar tidak terjadi “rebutan” dengan penumpang pria, kini perlu ditinjau ulang dari sisi keselamatan.

“Kalau tadi kita ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh di paling depan atau paling belakang supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ujar Arifah saat memberikan keterangan di RSUD Bekasi.

Meskipun usulan ini memantik perdebatan di media sosial, Arifah menekankan bahwa perlindungan terhadap perempuan dalam transportasi publik tidak hanya soal kenyamanan dari pelecehan, tetapi juga soal aspek keselamatan nyawa saat terjadi kecelakaan.

Di balik kebijakan dan usulannya yang progresif, sosok Arifatul Choiri Fauzi memiliki rekam jejak yang sangat kental dengan nilai-nilai Nahdlatul Ulama (NU). Lahir di Bangkalan, Madura, pada 28 Juli 1969, Arifah dikenal sebagai intelektual muslimah yang besar di lingkungan pesantren dan organisasi keagamaan.

Arifah merupakan istri dari Ngatawi Al-Zastrow, seorang tokoh kebudayaan NU yang juga dikenal sebagai penulis dan pemikir. Latar belakang pendidikannya pun cukup mentereng; ia menyelesaikan gelar sarjana komunikasi di Fakultas Dakwah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 1994, sebelum akhirnya meraih gelar Magister Ilmu Politik di Universitas Nasional.

Sebelum dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk menjabat sebagai Menteri PPPA pada Oktober 2024, Arifah telah lama malang melintang di berbagai organisasi sosial keagamaan. Salah satu puncak karier organisasinya adalah terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU untuk periode 2025–2030.

Selain di Muslimat NU, ia juga aktif berkontribusi di Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai pengurus di bidang Informasi dan Komunikasi. Keaktifannya di dunia organisasi ini membuatnya memiliki jaringan yang luas di kalangan akar rumput perempuan Indonesia.

Di kancah politik nasional, keterlibatannya semakin terlihat saat Pemilu 2024 lalu. Ia memegang peran strategis sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Prabowo-Gibran, yang akhirnya membawanya masuk ke jajaran Kabinet Merah Putih.

Usulan pemindahan gerbong KRL ke bagian tengah kini menjadi tantangan tersendiri bagi Arifah Fauzi. Banyak pengguna KRL yang berargumen bahwa penempatan di tengah justru akan mempersulit alur keluar-masuk penumpang dan berpotensi meningkatkan risiko pelecehan jika tidak dibarengi dengan sistem pengawasan yang ketat.

Namun, bagi seorang Arifah Fauzi yang memiliki latar belakang ilmu komunikasi dan politik, dialog dengan para pemangku kepentingan seperti PT KAI dan komunitas penumpang menjadi langkah yang terus ia tempuh. Kebijakan ini diharapkan mampu menemukan titik temu antara aspek kenyamanan sosial dan standar keselamatan transportasi nasional yang lebih tangguh. 

Penulis

Related Articles

Back to top button