Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Mesin Bermasalah, Pesawat Smart Air Mendarat Darurat di Pantai Nabire: 13 Orang Selamat! 

Wamanews.id, 28 Januari 2026 – Insiden penerbangan kembali terjadi di wilayah udara Papua Tengah. Pesawat milik maskapai Smart Air tipe Caravan dengan nomor registrasi PK-SNS dilaporkan mengalami kecelakaan dan mendarat darurat di kawasan Pantai Nabire Barat, Kabupaten Nabire, pada Selasa (27/1/2026). Meskipun pesawat berakhir di area pesisir, mukjizat terjadi karena seluruh orang di dalam pesawat dinyatakan selamat tanpa luka serius.

Peristiwa mendebarkan ini terjadi sekitar pukul 12.45 WIT. Pesawat yang melayani rute penerbangan subsidi dari Nabire menuju Kaimana tersebut mengangkut total 13 orang, yang terdiri dari 11 penumpang dan 2 orang kru pesawat.

Berdasarkan keterangan resmi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud), pesawat tersebut mengalami kendala teknis tak lama setelah lepas landas. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengungkapkan bahwa laporan awal menunjukkan adanya malfungsi pada bagian engine atau mesin pesawat.

Menyadari adanya ketidakberesan pada performa mesin, Pilot in Command (PIC) pesawat, Tania K, sempat mengambil keputusan cepat untuk melakukan prosedur Return to Base (RTB) atau kembali ke bandara asal, yakni Bandara Douw Aturure. Namun, situasi di kokpit memburuk dengan cepat karena daya dorong (thrust power) pesawat terus menurun drastis.

“Dikarenakan thrust power semakin turun, PIC akhirnya memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di ujung pantai landasan 17 Bandara Douw Aturure,” jelas Lukman dalam keterangan tertulisnya. Langkah berani Captain Tania ini dinilai krusial dalam meminimalisir dampak kecelakaan dan menyelamatkan nyawa seluruh penumpang.

Pesawat akhirnya mendarat di area Logpond Kaladiri, sebuah kawasan pantai di Nabire Barat. Posisi pesawat yang berada di pinggir pantai memudahkan proses evakuasi awal oleh warga sekitar dan otoritas keamanan.

Kapolres Nabire, Samuel Tatiratu, mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang dan kru telah berhasil dievakuasi ke terminal bandara dalam kondisi selamat. “Dalam peristiwa tersebut seluruh penumpang dan kru pesawat dilaporkan selamat, dan tidak terdapat korban jiwa,” tegas Samuel.

Pihak kepolisian bersama TNI dan petugas bandara segera mengamankan lokasi kejadian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat insiden ini menarik perhatian warga setempat. Hingga berita ini diturunkan, badan pesawat masih berada di lokasi pendaratan dan sedang dalam proses penarikan ke daratan agar tidak terdampak pasang surut air laut.

Pasca-insiden ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap maskapai Smart Air. Selain itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dijadwalkal akan segera melakukan investigasi mendalam untuk mencari tahu penyebab pasti kegagalan mesin pada pesawat tipe Caravan tersebut.

“Kami terus melakukan koordinasi intensif melalui UPBU Douw Aturure Nabire dengan operator penerbangan, TNI, Kepolisian, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan penanganan situasi berjalan dengan aman dan terkendali,” tambah Lukman F. Laisa.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan prosedur darurat dalam penerbangan perintis di wilayah Papua yang memiliki tantangan geografis luar biasa. Apresiasi pun mengalir bagi Captain Tania K yang mampu mendaratkan pesawat dengan tenang di tengah hilangnya tenaga mesin, sehingga tragedi besar dapat dihindari.

Saat ini, operasional di Bandara Douw Aturure Nabire dilaporkan tetap berjalan normal, namun pengawasan terhadap kelayakan terbang pesawat-pesawat kecil yang melayani rute subsidi akan semakin diperketat guna menjamin keselamatan masyarakat di masa mendatang.

Penulis

Related Articles

Back to top button