Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Perkemahan Pramuka SLB Sulsel Diikuti 98 Mabigus, Targetkan Soft Skill dan Kecakapan Hidup untuk Bentuk Karakter Mandiri 

Wamanews.id, 28 November 2025 – Semangat inklusi dan kemandirian berkumandang di Taman BPJS Ketenagakerjaan Wilayah CPI, Makassar, seiring dengan dibukanya Perkemahan Pramuka Berkebutuhan Khusus Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Jumat, 27-29 November 2025, ini menjadi panggung pembuktian bagi potensi dan karya para peserta didik dengan disabilitas.

Perkemahan ini merupakan hasil kolaborasi antara Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Luar Biasa (SLB) Provinsi Sulsel dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Acara pembukaan diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Khusus Disdik Sulsel, Sary Diana Muallim, yang membacakan sambutan resmi dari Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Dalam sambutan yang dibacakan Sary Diana Muallim, Gubernur Sulsel menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya perkemahan yang dihadiri oleh peserta didik, pendamping/pembina, hingga Kepala SLB (selaku Ketua Mabigus) dari seluruh Provinsi Sulawesi Selatan.

Gubernur menegaskan bahwa gerakan Pramuka hadir untuk melayani segenap anak bangsa, termasuk siswa berkebutuhan khusus.

“Pramuka itu mengajarkan kemandirian, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan keterampilan hidup, kelak menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat,” bunyi pesan Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur menyebut perkemahan ini membuktikan bahwa tidak ada batasan bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk berkarya.

“Di sini mereka berani menaklukkan tantangan dengan cara yang unik, membangun keberanian dan memperkuat rasa kebersamaan,” ucap Sary Diana Muallim, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Pramuka, pemerintah provinsi, dan MKKS sebagai pilar penting dalam membuka ruang pendidikan inklusi.

Momen paling mengharukan dan mendapat apresiasi dari semua pihak adalah pelaksanaan upacara pembukaan yang sepenuhnya dilakukan oleh para siswa berkebutuhan khusus.

  • Pengibaran Bendera: Dilakukan oleh Pramuka Berkebutuhan Khusus tuna grahita yang memandu pengibaran bendera merah putih dengan sempurna.
  • Pembacaan Teks: Pembacaan Pancasila dipimpin oleh siswa tuna grahita, Pembukaan UUD 45 oleh siswa tuna netra, dan pembacaan Dasa Dharma Pramuka dilakukan oleh siswa tuna rungumenggunakan bahasa isyarat yang fasih.

Awaluddin Tadda, salah satu Ketua Mabigus dari SLB La Ketu Luwu Timur, menyampaikan kekagumannya. “Ini membuktikan bahwa siswa kami yang berkebutuhan khusus dapat mandiri dan berkreasi jika diberi kesempatan untuk berkarya. Tentu ini tak lepas dari kesabaran dari para kakak pendamping dan pembina Pramuka,” ungkapnya.

Perkemahan yang diikuti oleh 98 Mabigus se-Sulawesi Selatan ini ditutup dengan penyematan pin Pramuka kepada peserta dan penanaman tunas kelapa sebagai tanda dimulainya kegiatan.

Penulis

Related Articles

Back to top button