Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Peringatan Dini Kekeringan BMKG di Sulsel, DLHK Imbau Kewaspadaan Karhutla 

Wamanews.id, 21 Agustus 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi memasukkan sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) ke dalam daftar peringatan dini kekeringan meteorologis. Kondisi cuaca yang kian kering ini berdampak langsung pada meningkatnya kerentanan vegetasi serta area lahan terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menanggapi potensi ancaman bencana tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Selatan langsung bergerak cepat dengan mengimbau seluruh lapisan elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan dalam mengantisipasi karhutla.

Kepala DLHK Sulsel, Kasman, menegaskan bahwa upaya pencegahan dan penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi semata, melainkan membutuhkan sinergi dan keterlibatan aktif lintas sektor.

“Semua unsur terkait harus mengambil peran, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan kota, termasuk keterlibatan aktif dari sektor swasta serta masyarakat luas,” kata Kasman saat memberikan keterangannya terkait penanganan potensi karhutla di Sulsel.

Kasman mengungkapkan, beberapa titik lokasi yang sebelumnya sempat mengalami insiden kebakaran lahan kini telah berhasil dikendalikan dan dipadamkan berkat respons cepat tim gabungan di lapangan. Meski demikian, petugas hingga saat ini masih disiagakan untuk terus melakukan pemantauan ketat dan evaluasi guna memastikan api tidak kembali berkobar.

Selain melakukan pengawasan, tim dari DLHK bersama pihak terkait juga tengah melakukan pendataan rinci untuk menghitung total luasan area vegetasi dan lahan yang terdampak kebakaran.

“Alhamdulillah, titik-titik lokasi kebakaran tersebut saat ini sudah berhasil kita padamkan. Teman-teman petugas di lapangan sementara melakukan proses monitoring dan evaluasi,” jelasnya.

Langkah pendataan tersebut dilakukan secara komprehensif guna memetakan tingkat kerusakan lingkungan akibat kebakaran sekaligus menyusun strategi pemulihan kawasan.

“Evaluasi mencakup pemetaan luasan lahan yang terbakar serta menggencarkan upaya sosialisasi dan edukasi pencegahan kepada masyarakat setempat,” ujar Kasman menambahkan.

Dalam proses pengendalian dan pemadaman api di sejumlah titik rawan, pemerintah provinsi menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi swadaya dari warga sekitar, khususnya kelompok-kelompok tani yang turut terjun langsung membantu petugas teknis di lapangan.

Sinergi antara petugas pemadam, personel kehutanan, dan masyarakat lokal dinilai menjadi kunci utama keberhasilan memutus rantai penyebaran api sebelum meluas ke area hutan lindung maupun pemukiman warga.

“Pada aksi tanggap kemarin, kita sangat terbantu oleh kehadiran kelompok-kelompok tani dan masyarakat sekitar yang bahu-membahu melakukan upaya pemadaman langsung di lapangan,” pungkas Kasman.

Dengan meningkatnya ancaman kekeringan meteorologis sebagaimana yang dipetakan oleh BMKG, DLHK Sulsel mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar, membuang puntung rokok sembarangan di area semak kering, serta segera melaporkan potensi titik api kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin.

Penulis

Related Articles

Back to top button