Menelusuri Isi Saoraja Mallangga, Museum Sejarah di Jantung Kota Sengkang

Wamanews.id, 18 Mei -Di tengah Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang masih menyimpan jejak kehidupan bangsawan Kerajaan Wajo tempo dulu. Bangunan tersebut adalah Saoraja Mallangga yang terletak di Jalan Ahmad Yani No. 25, Kelurahan Padduppa, Kecamatan Tempe.
Saoraja Mallangga dulunya merupakan rumah pribadi milik H. Datuk Makkaraka, bangsawan dari rumpun Bettempola Wajo ke-27. Dalam struktur Kerajaan Wajo, ia dikenal sebagai ranreng atau orang kepercayaan Datu Wajo.
Rumah tersebut kemudian diwariskan kepada anaknya, H. Datuk Sangkuru. Menariknya, hingga kini bangunan Saoraja Mallangga masih dihuni oleh keturunan keluarga bangsawan tersebut.
Karena masih ditempati keluarga keturunan bangsawan, suasana rumah dan berbagai koleksi peninggalan sejarah di dalamnya tetap terjaga dengan baik. Rumah ini kemudian dijadikan museum sejarah agar masyarakat dapat mengenal budaya dan perjalanan Kerajaan Wajo.
Museum Saoraja Mallangga mulai berdiri pada tahun 1990 atas inisiatif Pemerintah Kabupaten Wajo bersama ahli waris keluarga bangsawan. Bangunan ini lalu diresmikan sebagai museum pada 28 November 2004 oleh Gubernur Sulawesi Selatan saat itu, H.M. Amin Syam.
Nama “Saoraja Mallangga” sendiri berarti rumah raja yang bertingkat. Bangunan ini masih mempertahankan ciri khas arsitektur rumah Bugis tradisional dengan dominasi material kayu dan bentuk rumah panggung.
Di dalam museum, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi peninggalan sejarah seperti keramik kuno, benda pusaka, naskah lontara, foto-foto lama hingga buku berbahasa Belanda yang dahulu digunakan keturunan bangsawan saat menuntut ilmu.
Selain itu, berbagai peralatan rumah tangga milik keluarga kerajaan Mallangga juga masih tersimpan rapi di dalam lemari kaca museum.
Di sudut kanan halaman rumah juga terdapat sebuah baruga yang biasa digunakan sebagai tempat pertemuan keluarga hingga acara pernikahan keturunan bangsawan Mallangga.
Kini, Saoraja Mallangga menjadi salah satu destinasi sejarah dan budaya di Kabupaten Wajo yang masih terjaga dan sering dikunjungi masyarakat maupun pelajar untuk mengenal sejarah daerahnya sendiri.





