Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Kuota LPG 3 Kg Sulsel diprediksi Habis November, Kebutuhan Nelayan Wajo-Bone Jadi Perhatian

Wamanews.id, 20 September – Kuota LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi di Sulawesi Selatan diprediksi habis pada November 2026. Kondisi ini terjadi setelah realisasi penyaluran hingga 15 September telah mencapai 224.233 metrik ton (MT) atau 109,6 persen dari alokasi year to date (YTD).

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi pun mendorong penambahan kuota untuk menjaga ketersediaan LPG bersubsidi hingga akhir tahun.

Manager Retail Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Mardian, mengatakan kebutuhan energi bersubsidi di wilayah timur Sulsel, khususnya Bone dan Wajo, banyak digunakan oleh nelayan.

“Untuk daerah seperti Bone dan Wajo, konsumsi elpiji dan BBM subsidi untuk nelayan bisa mencapai 50 hingga 60 persen, jauh melampaui konsumsi kendaraan umum. Data sebaran kapal dan kebutuhan riil nelayan ini harus disajikan secara detail agar usulan penambahan kuota dapat disetujui,” paparnya.

Besarnya kebutuhan nelayan membuat data pengguna menjadi bagian penting dalam pengajuan tambahan kuota. Mardian mengatakan kebutuhan tersebut harus didukung data jumlah kapal, lokasi operasional, serta kebutuhan BBM masing-masing wilayah.

“Kalau nelayan kita mau naik kuota, itu kita mesti sajikan, mana data kapalnya, di mana sebarannya, berapa kebutuhan, itu mesti kita kasih detail kepada pusat, kepada BPH, agar mereka bisa memutuskan,” kata Mardian.

Di sisi lain, realisasi LPG 3 kg di Sulsel telah melewati alokasi berjalan. Pada September 2026, Pertamina juga melakukan extra dropping LPG 3 kg hingga 30 persen di atas rata-rata penyaluran harian di sejumlah wilayah sebagai respons terhadap peningkatan kebutuhan.

Mardian menegaskan pengajuan tambahan kuota harus menggunakan data riil agar kebutuhan masing-masing sektor dapat dihitung secara tepat.

“Kalau bisa memang kita menyajikan data riil nih kepada BPH Migas, penentu kuota. Pak, kami butuh data sekian. Kasih data, ini loh, ini truk kami, ini jalurnya, ini datanya, truk berapa, itu mesti kita kasih, supaya mereka juga tahu kebutuhan berapa,” kata Mardian.

Sementara itu, Pertamina menyebut penyaluran tetap dilakukan meski realisasi telah melampaui kuota berjalan. Proyeksi habisnya kuota pada November membuat usulan penambahan alokasi menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk menjaga kebutuhan masyarakat hingga Desember.

“Jadi berkepentingan menambah kuota itu tidak hanya masyarakat, kami juga,” kata Mardian.

Penulis

Related Articles

Back to top button