Jangan Lewatkan! Pesona ‘Pink Moon’ April 2026 Bakal Hiasi Langit Indonesia, Cek Jadwal Puncaknya

Wamanews.id, 28 Maret 2026 – Kabar gembira bagi Anda para pengamat langit atau stargazer di seluruh penjuru tanah air. Pada bulan April 2026 mendatang, sebuah fenomena astronomi yang memanjakan mata bertajuk Pink Moon atau Bulan Merah Muda dijadwalkan akan menghiasi langit Indonesia.
Fenomena ini selalu menjadi momen yang dinantikan, bukan hanya karena keindahannya secara visual, tetapi juga karena makna filosofis dan historis yang menyertainya. Namun, sebelum Anda menyiapkan kamera atau teleskop, ada baiknya memahami kapan waktu terbaik untuk menikmatinya agar tidak terlewatkan.
Mungkin banyak dari kita yang membayangkan Bulan akan berubah warna menjadi merah muda cerah bak permen kapas. Namun, perlu diluruskan secara lembut bahwa nama “Pink Moon” bukanlah merujuk pada perubahan warna fisik satelit alami Bumi tersebut.
Berdasarkan literatur dalam buku Terminologi Bulan Dari Berbagai Peradaban dan Negara karya Arwin Juli dkk, sebutan ini berasal dari tradisi penduduk asli Amerika Utara. Nama “Pink” diambil dari mekarnya bunga liar bernama Phlox (Phlox subulata) yang berwarna merah muda merona. Bunga ini biasanya mulai menutupi tanah di awal musim semi, bertepatan dengan munculnya Bulan purnama di bulan April.
Jadi, meskipun Bulannya tetap berwarna kuning keemasan atau putih terang seperti biasa, latar belakang sejarahnya memberikan kesan romantis dan segar bagi siapa saja yang memandangnya.
Bagi masyarakat Indonesia, mencatat waktu puncak adalah kunci. Berdasarkan data dari laman Time and Date, puncak fenomena Pink Moon 2026 di Indonesia diprediksi jatuh pada: 1 dan 2 April 2026.
Namun, ada sedikit tantangan bagi kita yang berada di wilayah Indonesia. Karena waktu puncak terjadi pada pagi hari saat Matahari sudah tinggi, secara teknis Bulan tidak akan terlihat menonjol di langit yang terang.
Waktu terbaik untuk menikmati keagungan Pink Moon adalah pada malam sebelum dan sesudahnya, yakni pada malam tanggal 1 dan 2 April 2026. Pada saat itulah, Bulan akan tampak bulat sempurna, besar, dan sangat terang saat menghiasi cakrawala malam.
Tahun 2026 memberikan “bonus” ekstra bagi para pengamat. Jika posisi Bulan purnama ini bertepatan dengan titik perigee (jarak terdekat Bulan ke Bumi), maka Pink Moon ini juga akan berstatus sebagai Supermoon. Hal ini membuat Bulan tampak sekitar 7-14% lebih besar dan 30% lebih terang dari biasanya.
Tak hanya itu, Pink Moon kali ini tidak akan sendirian. Ia akan ditemani oleh Spica, bintang paling terang di rasi bintang Virgo. Spica dikenal dengan cahayanya yang berwarna kebiruan yang kontras, sehingga akan menciptakan pemandangan langit yang sangat estetik jika diabadikan melalui lensa kamera.
Selain disebut Pink Moon, fenomena April ini memiliki banyak nama unik di berbagai belahan dunia yang mencerminkan tanda-tanda alam:
- Budaya Amerika Utara: Dikenal sebagai Breaking Ice Moon (karena es mulai mencair) atau The Moon of the Red Grass Appearing.
- Budaya Celtic: Disebut sebagai Budding Moon atau Seed Moon, menandakan waktu yang tepat untuk menanam benih.
- Tradisi Anglo-Saxon: Disebut sebagai Bulan Telur (Egg Moon). Hal ini sangat menarik karena sering dikaitkan dengan tradisi Paskah dan simbol kelahiran kembali di musim semi.
Bagi Anda yang tinggal di wilayah dengan polusi cahaya rendah seperti di pinggiran Makassar atau daerah Wajo, fenomena ini akan terlihat jauh lebih dramatis. Pastikan cuaca cerah dan tidak mendung agar perjalanan estetik Pink Moon Anda berjalan lancar.







