Dr. Jutadi Kembali Dipercaya FIFA, Kini Sebagai Lead Medical Service and Doping Control ASEAN Cup 2026

Wamanews.id, 7 Oktober 2026 – Dokter asal Bone, Sulawesi Selatan, dr. Jutadi, kembali mendapat kepercayaan untuk terlibat dalam ajang sepak bola internasional. Pada gelaran FIFA ASEAN Cup 2026, ia diamanahkan sebagai Lead Medical Service and Doping Control.
Penunjukan tersebut menjadi capaian penting dalam perjalanan kariernya di bidang sports medicine. Posisi ini memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan standar pelayanan medis dan pengawasan anti-doping berjalan sesuai regulasi FIFA.
Ini bukan kali pertama dr. Jutadi terlibat di event FIFA. Sebelumnya, ia pernah menjadi bagian dari tim Medical Service and Doping Control sebagai FIFA Volunteer.Berbekal pengalaman tersebut, pada penyelenggaraan tahun ini tanggung jawab yang diberikan meningkat. Dari semula sebagai anggota tim, kini ia dipercaya memimpin tim medis dan doping control.
Bagi alumni MAN 1 Bone itu, kepercayaan ini merupakan kebanggaan sekaligus tantangan profesional. Terlibat langsung dalam turnamen berstandar internasional memberinya ruang belajar yang lebih luas.
“Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi saya karena kembali dipercaya menjadi bagian dari event FIFA, terlebih tahun ini diberikan tanggung jawab sebagai Lead Medical Service and Doping Control. Bagi saya, ini bukan hanya tentang sebuah posisi, tetapi juga tentang tanggung jawab, pembelajaran, dan kesempatan untuk terus berkembang,” ujar dr. Jutadi, Senin (5/10/2026).
Dalam tugasnya, dr. Jutadi berkolaborasi dengan international staff FIFA dan tim dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Kolaborasi lintas negara ini menuntut koordinasi dan komunikasi yang presisi.Ia menyebut, lingkungan kerja internasional tersebut memberikan pengalaman berbeda. Standar pelayanan medis dan prosedur doping control di level FIFA memiliki protokol ketat yang harus dipatuhi.
“Bekerja bersama international staff FIFA dan teman-teman dari PSSI menjadi pengalaman yang sangat berarti. Saya mendapatkan banyak hal baru, baik mengenai sepak bola maupun penerapan sports medicine dan doping control. Pengalaman sebelumnya menjadi bekal, tetapi pengalaman baru dalam event ini membuat saya semakin banyak belajar,” tambahnya.
Menurutnya, tidak hanya aspek teknis medis yang diuji, tetapi juga kemampuan manajerial, kerja tim, dan pengambilan keputusan cepat di lapangan.Pengalaman di ASEAN Cup 2026 diharapkan menjadi bekal untuk kiprah selanjutnya di bidang kedokteran olahraga. Ia menargetkan dapat terus berkontribusi dalam event olahraga internasional lainnya.
” Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan ini. Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan, banyak orang yang saya temui, dan banyak hal yang saya pelajari. Mudah-mudahan ke depan saya masih diberikan kesempatan untuk kembali bergabung dalam event-event FIFA lainnya,” tutupnya.







