Wali Kota Makassar Minta Camat-Lurah Tinggalkan Pola Seremonial, Fokus Kerja Berdampak

Wamanews.id, 6 Oktober 2026 – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memberikan arahan tegas kepada seluruh camat dan lurah se-Kota Makassar untuk meninggalkan pola kerja seremonial.
Arahan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) wilayah di Ruang Sipakatau, Kantor Wali Kota Makassar, Senin (5/10/2026).
Munafri yang akrab disapa Appi meminta aparatur kewilayahan mengubah total cara kerja dan fokus pada dampak nyata bagi warga.
“Kepemimpinan kami saat ini adalah bagaimana government ini impactful. Bukan hanya governance, tapi kita one step ahead, yaitu impactful governance. Pemerintahan yang berdampak langsung kepada masyarakat,” ujar Munafri.
Ia menyentil kebiasaan aparatur yang hanya mengandalkan kehadiran fisik di kantor tanpa memberikan perubahan di lingkungan sekitar.
Menurutnya, rutinitas datang ke kantor, mengurus administrasi, absen, lalu pulang sudah tidak cukup untuk menjawab persoalan warga yang semakin kompleks.
Camat dan lurah diwajibkan lebih aktif turun langsung ke lapangan untuk memetakan kebutuhan masyarakat secara riil.
Selain itu, Munafri mereorientasi indikator keberhasilan birokrasi. Ia menegaskan keberhasilan tidak diukur dari banyaknya kegiatan atau besarnya serapan anggaran.
“Jangan sampai kegiatan itu hanya berlalu begitu saja. Kegiatan itu tidak hanya memberikan atau menghabiskan anggaran saja, setelah itu tahun depan diulangi lagi,” kritiknya.
Ia mendorong camat dan lurah berperan sebagai orkestrator, bukan sekadar pelaksana pasif. Mereka harus mampu mengintegrasikan kolaborasi multipihak, mulai dari masyarakat, sektor usaha, hingga komunitas strategis.
Arahan ini menjadi komitmen Pemkot Makassar untuk memastikan setiap rupiah APBD dikelola efisien dan berorientasi pada kesejahteraan publik.







