Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Mudik Sulsel 2026: 5,14 Juta Kendaraan Siap Membanjiri Jalan, Catat Tanggal Puncaknya!

Wamanews.id, 2 Maret 2026 – Tradisi pulang kampung atau mudik Lebaran di Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 2026 diprediksi akan jauh lebih meriah sekaligus menantang. Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Selatan mengeluarkan proyeksi terbaru yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada volume kendaraan yang akan melintasi jalur-jalur utama di wilayah “Butta Passapu” ini.

Tak tanggung-tanggung, lonjakan pergerakan kendaraan diprediksi naik sebesar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan antusiasme masyarakat yang tetap tinggi untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga di kampung halaman, didukung oleh kondisi ekonomi dan aksesibilitas yang terus membaik.

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Erwin Terwo, memaparkan bahwa total kendaraan yang diprediksi bergerak selama periode mudik tahun ini mencapai angka 5,14 juta unit. Jika dibedah lebih dalam, mayoritas pergerakan masih didominasi oleh kendaraan roda dua yang memang menjadi pilihan favorit warga karena fleksibilitasnya.

“Sesuai perkiraan data kenaikan nanti kurang lebih 5 persen dibanding tahun lalu. Totalnya mencapai 5,14 juta unit, yang terdiri atas 4,51 juta sepeda motor dan sekitar 634 ribu mobil,” ungkap Erwin dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Selain kendaraan lokal, arus masuk dari luar provinsi juga patut diwaspadai. Estimasi kendaraan yang akan masuk ke wilayah Sulawesi Selatan diperkirakan berada di kisaran 350 ribu hingga 400 ribu unit. Angka-angka ini menjadi sinyal kuat bagi pihak kepolisian dan dinas terkait untuk memperketat pengamanan dan pengaturan lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan horor di titik-titik rawan.

Bagi Anda yang merencanakan perjalanan, memperhatikan kalender mudik adalah hal wajib agar tidak terjebak dalam kepadatan maksimal. Berdasarkan data Dishub, puncak arus mudik diperkirakan akan jatuh pada tanggal 16 – 17 Maret 2026. Secara hitungan kalender keagamaan, kepadatan tertinggi diprediksi terjadi pada H-2 Lebaran.

Pada masa puncak tersebut, volume kendaraan yang melintas diperkirakan bisa menyentuh angka 38 ribu kendaraan per hari. Kondisi ini menuntut kesiapan fisik pengendara dan kelaikan kendaraan yang ekstra.

Sementara itu, untuk arus balik, masyarakat diprediksi akan mulai kembali ke kota asal secara masif pada tanggal 25 – 27 Maret 2026. Puncak arus masuk kembali ke Makassar dan sekitarnya (arus balik) diproyeksikan mencapai puncaknya pada H+6 Lebaran.

Ada alasan kuat di balik kenaikan jumlah pemudik tahun ini. Erwin Terwo menjelaskan bahwa selain faktor periode libur Lebaran yang cukup panjang, kondisi infrastruktur jalan di Sulawesi Selatan kini jauh lebih mumpuni. Perbaikan jalan di berbagai daerah, khususnya di jalur lintas selatan, menjadi daya tarik tersendiri bagi warga untuk berkendara pribadi.

“Hari libur (panjang), jalur juga sudah bagus utamanya di daerah-daerah. Itu juga masuk faktor (peningkatan). Pergerakan dari arah selatan juga cukup tinggi,” jelasnya.

Bukan hanya jalur darat yang menjadi perhatian serius pemerintah. Jalur laut yang melalui Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar dan pelabuhan penyeberangan lainnya juga diprediksi mengalami tekanan besar. Berdasarkan koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), pergerakan penumpang kapal laut diperkirakan bisa mencapai 100 ribu orang per hari.

“Informasi KSOP per hari kapal itu bisa mencapai 100 ribu orang. Nah, kalau tiga kapal sandar bersamaan, bagaimana coba? Itu yang sedang kita antisipasi semua melalui rapat koordinasi dan kiat-kiat khusus,” tambah Erwin.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kini tengah mematangkan rencana pengamanan terpadu. Rapat-rapat koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan posko kesehatan, rest area, hingga personel pengatur lalu lintas di titik-titik krusial seperti Maros, poros Barru, dan jalur Bone.

Masyarakat pun diimbau untuk melakukan perjalanan lebih awal jika memungkinkan, guna menghindari puncak kepadatan pada pertengahan Maret mendatang. Pastikan saldo kartu tol tercukupi dan fisik dalam kondisi prima sebelum memulai perjalanan jauh. 

Penulis

Related Articles

Back to top button