Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Bupati Wajo Minta Sekolah Jadi Pelopor Gerakan Salat Dhuha Berjamaah 

Wamanews.id, 30 Juli 2025 – Pemerintah Kabupaten Wajo menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pondasi keagamaan di kalangan generasi muda. Bupati Wajo Andi Rosman, secara tegas menyerukan pentingnya peran dunia pendidikan dalam menyukseskan Gerakan Salat Dhuha Berjamaah yang akan resmi diluncurkan pada Rabu, 6 Agustus 2025 mendatang. Gerakan ini diharapkan menjadi tonggak penanaman nilai-nilai spiritual dan moral sejak dini bagi peserta didik.

Dalam pernyataannya pada Selasa (29/7/2025), Bupati Andi Rosman menekankan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga akademik, tetapi juga harus menjadi teladan dan penggerak utama dalam membentuk karakter religius siswa. Beliau melihat potensi besar di lingkungan sekolah untuk menumbuhkan kebiasaan positif, salah satunya adalah melalui praktik salat dhuha secara berjamaah.

“Kepala Dinas Pendidikan saya minta untuk menugaskan seluruh koordinator wilayah dan kepala sekolah agar mendukung penuh gerakan ini,” ujar Andi Rosman. Instruksi ini menunjukkan keseriusan Bupati dalam memastikan bahwa program ini dapat terimplementasi secara menyeluruh dan efektif di seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Wajo.

Gerakan Salat Dhuha Berjamaah ini bukan sekadar rutinitas keagamaan semata, melainkan memiliki tujuan yang lebih luas. Bupati Andi Rosman meyakini bahwa penanaman nilai-nilai keagamaan sejak dini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan daerah. Dengan membiasakan siswa-siswi melaksanakan salat dhuha, diharapkan akan terbentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan moral yang kokoh.

Salat dhuha sendiri, yang dilaksanakan pada waktu pagi setelah matahari terbit hingga menjelang salat zuhur, dikenal memiliki banyak keutamaan dalam ajaran Islam. Selain sebagai bentuk ibadah dan syukur kepada Allah SWT, salat dhuha juga diyakini dapat mendatangkan keberkahan rezeki dan ketenangan jiwa. Dengan mengintegrasikan kebiasaan baik ini ke dalam jadwal sekolah, diharapkan siswa akan terbiasa disiplin dalam beribadah dan merasakan manfaat positifnya dalam kehidupan sehari-hari.

Dukungan penuh dari Kepala Dinas Pendidikan, koordinator wilayah, dan para kepala sekolah menjadi krusial dalam keberhasilan gerakan ini. Mereka adalah garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan siswa dan guru. Peran mereka mencakup sosialisasi, penyediaan fasilitas yang memadai untuk salat berjamaah, serta memotivasi seluruh warga sekolah untuk aktif berpartisipasi.

Bupati Wajo berharap Gerakan Salat Dhuha Berjamaah ini akan menjadi ciri khas pendidikan di Kabupaten Wajo, menciptakan lingkungan sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga kaya akan nilai-nilai keagamaan. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek fisik, melainkan juga pembangunan spiritual dan karakter Sumber Daya Manusia (SDM).

Lebih jauh, gerakan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara siswa, guru, dan seluruh komponen sekolah. Kebersamaan dalam beribadah dapat menumbuhkan rasa persatuan, saling menghargai, dan kepekaan sosial. Ini adalah pondasi penting dalam membentuk masyarakat yang harmonis dan berakhlak mulia di masa depan.

Dengan peluncuran resmi pada 6 Agustus 2025, seluruh sekolah di Kabupaten Wajo diharapkan dapat segera mengimplementasikan instruksi Bupati ini. Sinergi antara pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan pihak sekolah akan menjadi kunci utama dalam menjadikan Gerakan Salat Dhuha Berjamaah ini sukses dan berkelanjutan, serta mencetak generasi Wajo yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Penulis

Related Articles

Back to top button