Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

News

Batik Air ID6143 Makassar-Jakarta Diwarnai Panik: Powerbank WNA Diduga Terbakar di Udara!

Wamanews.id, 30 Juli 2026 – Pengalaman menegangkan dialami para penumpang pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID6143 rute penerbangan Ujung Pandang (Makassar) menuju Jakarta. Insiden membahayakan terjadi di dalam kabin penerbangan akibat sebuah powerbank milik seorang warga negara asing (WNA) diduga mengalami korsleting hingga mengeluarkan percikan api saat pesawat sudah mengudara.

Kisah mencekam tersebut pertama kali diungkapkan oleh salah seorang penumpang bernama Doni melalui unggahan di akun Threads miliknya, @donimincukdi. Dalam unggahannya, ia menceritakan kronologi bagaimana kepanikan sempat melanda ruang kabin beberapa saat setelah penerbangan dimulai.

Menurut kesaksian Doni, insiden bermula akibat kelalaian seorang penumpang WNA asal China yang duduk di kursi 21E karena mengabaikan instruksi serta aturan keselamatan penerbangan mengenai larangan penggunaan pengisi daya portabel (powerbank) selama penerbangan berlangsung.

Peristiwa mendebarkan tersebut diperkirakan terjadi sekitar 20 hingga 30 menit usai burung besi itu lepas landas (take off) dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

“Penerbangan Batik Air ID6143 (Ujung Pandang-Jakarta) hampir celaka gara-gara kelakuan seorang WNA China yang duduk di kursi 21E mengabaikan peringatan dilarang menggunakan powerbank,” tulis Doni dalam unggahannya yang diakses pada Rabu (29/7/2026).

“Kejadiannya kurang lebih 20-30 menit setelah lepas landas, powerbank yang digunakan untuk charge HP tiba-tiba korsleting dan terbakar,” lanjutnya menceritakan situasi darurat di atas ketinggian belasan ribu kaki tersebut.

Ledakan kecil serta kepulan asap yang muncul dari powerbank yang terbakar mendadak membuat suasana di area kursi penumpang riuh dan panik. Pasalnya, potensi bahaya kebakaran di dalam ruang kabin bertekanan udara tinggi dapat berakibat sangat fatal bagi keselamatan penerbangan.

Kendati situasi sempat diselimuti kepanikan warga, Doni memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pramugari dan awak kabin (cabin crew) Batik Air. Petugas dinilai bergerak sangat cepat, profesional, dan tetap tenang sesuai dengan prosedur penanganan darurat kecelakaan penerbangan (emergency response).

Berkat kesigapan awak kabin dalam mengisolasi dan memadamkan sumber api, potensi bahaya yang lebih besar berhasil dihindari dan penerbangan dapat dilanjutkan hingga mendarat dengan selamat.

“Terima kasih untuk ketenangan cabin crew dalam mengatasi situasi yang membuat penumpang panik,” pungkas Doni dalam pernyataan penutupnya.

Aturan penerbangan sipil, baik nasional (Kemenhub RI) maupun internasional melalui badan International Air Transport Association (IATA), pada dasarnya telah menerapkan regulasi ketat terkait pengangkutan powerbank berbahan baterai litium.

Meskipun powerbank dengan kapasitas tertentu (di bawah 100 Wh atau 20.000 mAh) diizinkan masuk ke dalam bagasi kabin, penggunaannya untuk mengisi daya ponsel selama pesawat mengudara dilarang keras. Hal ini disebabkan oleh risiko thermal runaway kondisi di mana sel baterai mengalami peningkatan suhu ekstrem secara mendadak hingga memicu korsleting, kepulan asap beracun, bahkan ledakan.

Hingga berita ini ditayangkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak manajemen Batik Air maupun Lion Air Group untuk mendapatkan keterangan resmi terkait penyebab pasti gangguan teknis serta tindakan lanjutan terhadap penumpang yang melanggar aturan keselamatan penerbangan tersebut. 

Penulis

Related Articles

Back to top button