Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Internasional

Antisipasi Situasi Darurat, 33 Negara Imbau Warganya Siapkan Stok Obat dan Makanan

Wamanews.id, 31 Oktober 2026 – Sebanyak 33 negara di berbagai belahan dunia mengimbau warganya menyiapkan persediaan makanan, air minum, obat-obatan, dan kebutuhan pokok untuk menghadapi kemungkinan situasi darurat.

Imbauan tersebut bukan peringatan serentak akan perang, melainkan pembaruan panduan kesiapsiagaan rumah tangga yang sudah ada sebelumnya. Hal itu dipetakan Newsweek dalam laporan Rabu (28/10/2026) yang dikutip berbagai media nasional.

Latar belakang imbauan disebut beragam, mulai dari bencana alam, cuaca ekstrem, banjir, kebakaran, pemadaman listrik berskala luas, gangguan rantai pasokan, hingga ancaman keamanan siber dan ketegangan geopolitik.

Berdasarkan pemetaan Newsweek, negara yang memiliki panduan tersebut tersebar di enam kawasan. Di Eropa tercatat 17 negara:

Inggris, Irlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, Estonia, Latvia, Lituania, Polandia, Ceko, Austria, Swiss, dan Kroasia.Di Amerika Utara ada 3 negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Di Amerika Selatan 4 negara: Chile, Kolombia, Argentina, dan Brasil. Di Afrika 1 negara: Afrika Selatan.

Sementara di Asia terdapat 6 negara:

Jepang, Taiwan, Israel, India, Filipina, dan Singapura. Di Oseania ada 2 negara: Australia dan Selandia Baru. Indonesia tidak masuk dalam daftar tersebut.

Durasi persediaan yang dianjurkan berbeda-beda. Inggris, Prancis, Jepang, Meksiko, Belanda, dan Kanada menganjurkan stok untuk 72 jam atau 3 hari. Swedia dan Norwegia menganjurkan sekitar 7 hari, sementara Jerman paling panjang hingga 10 hari.

Untuk isi stok, pemerintah masing-masing negara umumnya meminta warga menyimpan makanan tahan lama seperti makanan kaleng, kacang dan sup kalengan, air minum sekitar 6-9 liter per orang untuk 3 hari, obat-obatan pribadi, kotak P3K, senter, radio baterai, dan dokumen penting.

Di Eropa, Komisi Eropa sendiri telah meluncurkan Preparedness Union Strategy pada 26 Maret 2025 yang merekomendasikan warga mampu bertahan mandiri minimal 72 jam saat krisis. Inggris juga meluncurkan kampanye Be Ready pada 22 Oktober 2026.

Meski imbauan meluas, pakar menilai ini bukan tanda kiamat akan segera terjadi. Tujuannya untuk memindahkan ketahanan dari sistem logistik terpusat ke rumah tangga, dari model just-in-time ke just-in-case. Warga diimbau menyiapkan dengan bijak, tidak panik dan tidak menimbun berlebihan.

Penulis

Related Articles

Back to top button