Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Internasional

Sejarah Hari Sahabat Sedunia 30 Juli

Wamanews.id, 30 Juli 2026 – Setiap tanggal 30 Juli, masyarakat di berbagai belahan dunia memperingati Hari Sahabat Sedunia atau International Day of Friendship. Momen tahunan ini tidak hanya dirayakan sebagai kesempatan untuk saling bertukar pesan hangat, memberikan hadiah, atau mengunggah momen kebersamaan di media sosial, tetapi juga menyimpan sejarah diplomasi kemanusiaan yang sangat panjang dan bermakna mendalam.

Persahabatan bukan sekadar hubungan emosional antarindividu, melainkan fondasi penting dalam membangun perdamaian, solidaritas antarbudaya, serta toleransi antarbangsa.

Dibalik penetapannya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ide mengenai sebuah hari khusus untuk merayakan ikatan persahabatan berawal dari gagasan sederhana di sebuah kota kecil di kawasan Amerika Selatan.

Akar dari perayaan Hari Sahabat Sedunia bermula pada 20 Juli 1958 di Puerto Pinasco, sebuah kota kecil di negara Paraguay. Saat itu, seorang dokter bernama Ramon Artemio Bracho mencetuskan ide untuk memperingati persahabatan antarmanusia tanpa memandang latar belakang ras, agama, maupun status sosial.

Dr. Bracho bersama rekan-rekannya kemudian mendirikan organisasi nirlaba bernama Cruzada Mundial de la Amistad (Kampanye Persahabatan Dunia). Melalui organisasi ini, mereka gencar mengampanyekan pentingnya mempromosikan persahabatan dan budaya damai sebagai sarana untuk meredakan konflik sosial dan ketegangan politik.

Gerakan tersebut dengan cepat mendapat simpati luas dari masyarakat Paraguay hingga akhirnya pemerintah lokal dan beberapa negara di Amerika Latin mulai mengadopsi tradisi memperingati hari persahabatan setiap akhir bulan Juli.

Meskipun konsep Hari Persahabatan sudah populer di berbagai negara selama puluhan tahun, penetapan secara resmi di tingkat internasional baru terwujud pada abad ke-21. Pada tahun 2011, Majelis Umum PBB secara resmi mengesahkan tanggal 30 Juli sebagai International Day of Friendship melalui Resolusi 65/275.

Dalam deklarasi resminya, PBB menekankan bahwa persahabatan antar-masyarakat, negara, budaya, dan individu dapat menginspirasi upaya perdamaian global serta membangun jembatan antarkomunitas.

PBB juga mendorong pemerintah, organisasi internasional, dan kelompok masyarakat sipil untuk menggelar berbagai kegiatan yang mendukung dialog antarkebudayaan, rasa saling menghormati, serta keharmonisan sosial.

Di era modern yang didominasi oleh konektivitas digital dan media sosial, perayaan Hari Sahabat Sedunia menemukan momentum baru. Batas-batas geografis yang kian memudar memungkinkan seseorang menjalin persahabatan lintas negara secara mudah.

Namun, di tengah dinamika krisis global dan polarisasi sosial yang marak terjadi, makna filosofis Hari Sahabat Sedunia tetap sangat relevan: mengingatkan manusia bahwa ikatan persaudaraan dan empati adalah kunci utama menciptakan dunia yang lebih ramah dan damai bagi generasi mendatang. Selamat Hari Sahabat Sedunia!

Penulis

Related Articles

Back to top button