Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Pemprov Sulsel Buka Seleksi Beasiswa Pilot, Ratusan Putra Daerah Berebut 20 Kursi Eksklusif 

Wamanews.id, 23 Juni 2026 – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) secara resmi memulai rangkaian seleksi ketat untuk Program Beasiswa Sekolah Penerbang tahun anggaran 2026. Langkah ini menjadi terobosan strategis pemerintah daerah dalam memfasilitasi putra-putri terbaik daerah guna mengakses pendidikan vokasi kedirgantaraan tingkat tinggi yang selama ini dikenal membutuhkan biaya yang sangat besar.

Tercatat sebanyak 192 peserta yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di wilayah Sulawesi Selatan telah mendaftarkan diri pada tahap awal. Namun, ketatnya kompetisi ini tercermin dari kuota yang disediakan, di mana panitia seleksi hanya akan menyaring 20 peserta terbaik untuk diberangkatkan menempuh pendidikan penerbangan resmi.

Dalam menyelenggarakan program beasiswa pilot ini, Pemprov Sulsel menggandeng institusi pendidikan penerbangan terkemuka di Indonesia, yaitu Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug. Penjaringan calon penerbang muda ini diproyeksikan mampu mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal sekaligus memperkuat konektivitas transportasi udara di masa depan.

Guna menyaring kandidat terbaik yang memiliki kualifikasi komprehensif, tim gabungan telah menyusun tiga tahapan seleksi terstruktur yang wajib dilalui oleh seluruh peserta. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulawesi Selatan, M. Ishaq Iskandar, memaparkan rincian tahapan tersebut:

  • Seleksi Tahap 1: Meliputi verifikasi berkas administrasi dan wawancara awal secara mendalam oleh panitia internal Pemprov Sulsel.
  • Seleksi Tahap 2: Pengujian yang lebih spesifik mencakup Tes Potensi Akademik (TPA), wawancara pendalaman bersama perwakilan PPI Curug dan Pemprov, psikotes, hingga uji kesamaptaan fisik.
  • Seleksi Tahap 3: Pengujian final berupa Tes Kesehatan Penerbangan (Hatpen) dan Tes Bakat Terbang (TBT) untuk mengukur kesiapan psikomotorik calon penerbang.

Ishaq menegaskan bahwa profesi seorang pilot tidak hanya menuntut kecerdasan intelektual di atas kertas atau ketahanan fisik yang prima semata. Faktor integritas, kedisiplinan, kematangan karakter, dan semangat pengabdian terhadap daerah menjadi variabel penilaian yang tidak kalah krusial.

“Menjadi seorang pilot membutuhkan kondisi fisik yang baik dan kemampuan intelektual yang memadai. Namun yang tidak kalah penting adalah karakter dan semangat untuk menjaga serta mengabdi kepada bangsa dan daerah,” tegas M. Ishaq Iskandar saat memantau jalannya seleksi awal.

Tabel: Profil Peta Persaingan Beasiswa Penerbang Pemprov Sulsel 2026

Komponen ProgramData Teknis & JumlahOrientasi & Indikator Kelulusan
Pendaftar Awal192 Peserta (Lintas Kab/Kota di Sulsel).Penjaringan minat bakat kedirgantaraan daerah.
Kuota Kelulusan20 Kursi Pendidikan Eksklusif.Hasil akumulasi nilai TPA, Fisik, Hatpen, & TBT.
Mitra PendidikanPoliteknik Penerbangan Indonesia (PPI).Standarisasi lisensi penerbang komersial nasional.
Fokus PengujianAkademik, Fisik, Psikologi, & Bakat Terbang.Karakter tangguh, integritas, & disiplin tinggi.
Visi Jangka PanjangPenguatan Konektivitas Udara Wilayah.Penyediaan tenaga profesional transportasi udara Sulsel.

Hadirnya program beasiswa pilot ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa tinggi oleh para pelajar di Sulawesi Selatan. Bagi sebagian besar peserta, kebijakan afirmatif Pemprov Sulsel ini merupakan jembatan emas untuk mewujudkan cita-cita masa kecil mereka yang sebelumnya terhambat oleh faktor mahalnya biaya sekolah penerbangan swasta.

Muh Revanza, seorang siswa asal SMA Negeri 1 Palopo, menyatakan bahwa program ini adalah peluang besar yang telah dinantikannya sejak lama. “Harapan saya mengikuti program ini agar dapat mengabdikan diri kepada daerah maupun negara. Sejak kecil saya memang bercita-cita menjadi seorang penerbang,” ungkap Revanza yang mengapresiasi keadilan akses bagi pelajar di luar ibu kota provinsi.

Sentimen positif senada diutarakan oleh Zahratun Aini dari SMA Negeri 10 Makassar dan Andi Azizah Muzayyanah dari SMA Negeri 8 Bone. Mereka memandang program vokasi ini sebagai ruang nyata bagi putri daerah untuk ikut berkontribusi aktif dalam industri dirgantara nasional. Melalui program ini, Pemprov Sulsel berharap dapat melahirkan generasi penerbang baru yang siap mendukung mobilitas logistik dan penumpang antarwilayah di masa depan.

Penulis

Related Articles

Back to top button